Haerul, Sang Pembuat Pesawat Dari Bumi La Sinrang

Harul Pinrang
Haerul dan Pesawat Buatannya  ( sumber : Tribunnews.com)

Namanya Haerul. Saat saya menonton wawancaranya dengan reporter TV O*E, dia menjelaskan bahwa dirinya hanya seorang montir atau tukang reparasi mobil dan motor yang ada di daerah Pinrang, Sulawesi Selatan. Dia juga sama sekali tidak punya latar belakang pendidikan di bidang teknik ataupun penerbangan. Pasalnya, dia hanya bersekolah sampai kelas 3 SD. Kemudian berhenti dan tidak pernah melanjutkan pendidikan pada jenjang pendidikan apa pun.

Mencengangkan memang. Dengan kondisi yang serba keterbatasan ia bisa membuat pesawat terbang hanya menggunakan mesin motor Ninja bekas yang ia beli dengan harga murah. Perlengkapan yang ia gunakan pun banyak bersumber dari barang-barang bekas yang sudah tidak terpakai lagi. Ia merakitnya dengan penuh ketekunan sambil memperlajari beberapa tutorial dari Youtube sampai akhirnya membuahkan hasil yang manis.

Sudah sejak kecil Haerul memimpikan untuk naik pesawat terbang. Bertahun tahun lamanya ia menyimpan mimpi itu. Mimpi yang terus menggerakkan imajinasi dan ide gilanya untuk terus berproses dengan penuh keyakinan. Sampai pada akhirnya, tanggal 15 januari 2020 lalu ia bisa mewujudkan mimpinya itu dengan menaiki pesawat terbang yang berhasil ia buat dengan tangannya sendiri.

Saya membayangkan, betapa sulitnya hari-hari yang dilalui oleh Haerul. Bagaimana tidak, dalam penuturanya bahwa ia selalu mendapatkan cemohan dan cibiran dari orang-orang yang tidak percaya dengan apa yang ia kerjakan. Akan tetapi, justru hal itulah yang lebih memotivasi dirinya untuk mewujudkan mimpi yang ia telah pendam selama bertahun-tahun. Sehingg pada akhirnya ia menasbihkan dirinya sebagai orang Pinrang pertama yang berhasil membuat pesawat terbang.

Tentu apa yang telah dicapai oleh Haerul saat ini bukanlah akhir dari segalanya. Tapi ini barulah awal bagi dirinya untuk memulai pekerjaan baru sebagai pembuat pesawat terbang. Satu pekerjaan yang mungkin sulit untuk dilakukan bahkan oleh mereka yang berpendidikan.

Pada akhirnya, dari Haerul ini kita bisa belajar bahwasanya keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti bermimpi. Karena pada hakikatnya, setiap mimpi yang telah kita tanamkan dengan kuat di dalam jiwa pada akhirnya akan menemukan jalanya untuk mewujud menjadi nyata. Tidak perduli seperti apa kondisi dan keadaan kita. Selama usaha dan doa tidak berhenti untuk dilakukan maka pada akhirnya Tuhan akan memberikan apa yang kita inginkan dengan sempurna.

 

Kita Bukan Raja di Jalanan

Ilustrasi
Ilustrasi Rambu lalu LIntas (Sumber : medium.com)

Entah sudah berapa kali saya berpapasan dengan pengendara motor yang menyalakan lampu sein kiri tapi beloknya ke sebelah kanan. Ada juga pengendara mobil yang tiba-tiba banting setir untuk berbelok tanpa menyalakan lampu sein sama sekali. Selain itu, di beberapa titik jalan yang ada di kota ini, sering saya melihat orang yang memarkir kendaraanya hampir menutup semua badan jalan. Bahkan, yang lebih menjengkelkan lagi terkadang ada pengendara yang dengan entengnya membuang sampahnya di jalanan. Seolah dia tidak menghiraukan kalau sampah yang dibuang itu bisa mengotori jalanan atau mengenai pengendara lain yang ada dibelakangnya.

Entah apa yang ada di pikiran orang-orang yang dengan entengnya berbuat seperti ini. Kalaupun mereka menganggap diri sebagai seroang raja yang bisa berbuat semaunya, maka tentu saja hal itu adalah sebuah kekeliruan yang besar. Pasalnya, jalanan adalah milik semua orang, bukan orang-per orang.

Di jalanan, sudah sepatutnya setiap orang tertib dan mengikuti semua aturan yang ada serta memperhatikan kenyamanan orang lain yang menggunakan jalan yang sama. Tidak dibenarkan kalau hanya mementingkan kepentingn pribadi lalu melanggar norma-norma yang ada.

Memang terkadang kita menganggap apa yang dilakukan itu sepeleh. Namun, sebetulnya dari yang sepeleh itulah akhirnya muncul persoalan besar.
Akan lebih elok kalau misalnya saat kita memarkir kendaraan di jalanan tidak sampai menghalangi jalan orang lain. Tetapi memarkirnya di tempat yang yang semestinya. Begitu pula saat hendak membuang sampah, akan lebih baik kalau itu dibuang pada tempatnya, bukan dibuang begitu saja dari atas kendaraan sampai mengotori jalan raya atau mengenari pengendara lain.

Untuk menghidanri terjadinya kecelakaan, kita juga semestinya pintar-pintar memhami fungsi sein pada kendaraan yang dikendarai. Kalau sein kiri, harusnya belok kiri. Begitu pula kalau sein kanan, maka seharusnya belok kanan. Bukannya dibalik-balik dan membahayakan pengendara lain yang ada di belakang.

Tidak sulit sebetulnya kalau kita mau tertib di jalan raya. Hanya soal kemauan saja dan membiasakan diri. Jika hari ini misalnya kita mau berkomitmen kepada diri sendiri untuk mulai membiasakan diri berperilaku tertib, maka saya yakin perilaku itu akan mengakar kuat di dalam diri masing-masing dan pada akhirnya kita tidak akan merasa nyaman lagi untuk melakukan hal-hal yang buruk saat berada di jalan raya.

Mengintip 5 Bahasa Pemrograman Terpopuler di Tahun 2020

Learn to Code
Ilustrasi (Sumber : doitwith.net)

“Kalau mau belajar bahasa pemrograman saya harus mulai dari mana?”

Inilah salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh mahasiswa saya saat pertama kali bertemu dengan mereka di ruang kelas. Bukan hanya mahasiswa baru, mereka yang sudah lama di kampus pun terkadang masih melayangkan pertanyaan yang sama.

Bukan tanpa alasan tentunya jika pertanyaan seperti ini selalu diajukan oleh mereka yang ingin memulai untuk belajar bahasa pemrograman. Soalnya, jika kita menilik seberapa banyaknya bahas permograman yang ada saat ini maka jumlahnya begitu sangat beragam. Maka wajar saja jika pemilihan bahasa pemrograman itu bisa membuat kepala pusing tujuh keliling. Belum lagi ditambah dengan begitu cepatnya perkembangan teknologi saat ini, maka hal ini semakin menambah kebingungan.

Sebetulnya ada beberapa opsi yang bisa dijadikan sebagai acuan untuk memulai belajar bahasa pemrograman. Salah satunya dengan memahami terlebih dahulu popularitas sebuah bahasa pemrograman. Hal ini bisa ditinjau dari beberapa website yang menyediakan hasil survey popularitas bahasa pemrograman yang digunakan saat ini. Diantaranya adalah sebgai berikut :

Lima bahasa pemrograman terpopuler pada tahun 2020 berdasarkan hasil survey yang dirilis pada website ini adalah sebagai berikut :

  1. Java
  2. C
  3. Python
  4. C++
  5. C#

Berbeda dengan Tiobe.com, di website ini C++ tidak masuk dalam urutan Lima bahasa pemrograman terpopuler pada tahun 2020.  Adapun hasil surveinya adalah sebagai berikut :

  1. Python
  2. Java
  3. C#
  4. Javasript
  5. PHP

Lima bahasa pemrograman terpopuler pada tahun 2020 berdasarkan hasil survey yang dirilis pada website ini hampir sama dengan apa yang dikeluarkan pada website pypl.github.io. Hanya saja urutan popularitasnya yang berbeda. Adapun urutan bahasa pemrogramanya adalah sebagai berikut :

  1. Python
  2. Javascript
  3. Java
  4. C#
  5. PHP

Nah, dengan mengacu pada daftar bahasa pemrogaraman terpopuler yang dirilis oleh ke tiga website di atas maka tentunya kita sudah bisa mendapatkan gambaran yang jelas terkait dengan apa yang akan dipelajari. Kita tinggal memilih sesuai dengan kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai nantinya.

 

Setelah INDOXXI Ditutup, Berikut 5 Situs Yang Masih Menyediakan Layanan Nonton Film Gratis

Top-10-Sites-to-Watch-Free-Movies-Online-Without-Downloading
Gambar Ilustrasi (umber : beeboom.co)

Pemerintah melalui Kementrian Informasi dan Komunikasi mengumumkan bahwa layanan nonton film illegal INDOXXI telah ditutup. Dengan demikian maka situs nonton film gratis ini tidak bisa lagi dinikmati seperti sedia kala.

Akan tetapi, meskipun situs andalan para penikmat film  gratisan ini telah ditutup, tentu saja masih ada beberapa situs lain yang sampai tulisan ini saya buat belum ditutup oleh pihak berwajib. Situs-situs ini pun bisa dijadikan referensi untuk menikmati film-film berkualitas tanpa perlu mengeluarkan uang sepeser pun alias gratis (kecuali uang untuk beli kuota internet).

Berdasarkan hasil penelusuran saya melalui om Geogle (Baca : Google), berikut 5 daftar situs nonton film gratis yang masih bisa dinikmati dengan santai di rumah masing-masing :

  1. https://bioskoponline.xyz/

Pada situs ini menyediakan tontonan film-film menarik dengan beranea macam genre. Mulai dari Action, horror, adventure dan lain sebagainya.

  1. http://103.194.171.205/

Di situs ini, kita dengan mudah memilih film-film keren berkualitas yang saat ini sedang diputar dibioskop.

  1. https://www.lk21online.biz/

Sama dengan dua situs diatas, kita juga bisa langsung memilih genre film yang disenangi pada menu yang telah disediakan.

  1. https://sobatkeren.com/

selain film lepas, disini kita bisa menikmati film serial yang dapat menemani waktu istrahat di rumah.

  1. https://filmkeren21.com/

Tanpa ribet, di situs ini juga menyediakan ribuan film gratis yang bisa langsung ditonton dengan nyaman melalui perangkat seluler atau PC.

Nah, dari ke lima situs nonon film di atas, sebetulnya masih ada lagi situs-situs lain yang bisa dijadikan rujukan untuk mengakses film gratis. Kita bisa menemukan itu semua dengan mudah melalui mesin pencari. Namun, jika Kemkominfo sudah menutup itu semua (KALAU BISA…..???), maka tidak ada pilihan lagi selain merogok kocek dalam-dalam untuk menikmati film-film favorit yang sedagn ditayangkan di bioskop.

19 Tahun STMIK Kharisma Makassar

STMIK Kharisma Makassar

29  Maret 2019 adalah momentum bersejarah yang paling dinanti-nanti oleh segenap civitas akademika STMIK Kharisma Makassar. Pasalnya, pada hari itu kampus yang berdiri sejak tahun 1999 ini telah berusia 19 tahun.

Tentu saja 19 tahun bukanlah waktu yang singkat. Ibarat anak manusia, pada usia ini ia telah memasuki fase remaja. Satu fase yang paling menentukan dari proses perjalanan hidup. Artinya, seperti apa keadaan yang akan terjadi di masa depan itu tergantung dari seperti apa proses yang dijalani pada saat ini.

Sebagai salah satu tenaga pendidik yang mulai bergabung sejak tahun 2016 silam, saya tentu merasa bersyukur karena telah menjadi bagian dari keluarga besar STMIK Kharisma Makassar. Selain itu, saya juga merasa beruntung karena selama berproses di kampus yang beralamat di jalan Baji Ateka no.20 ini saya tidak pernah mengalami kesulitan yang berarti.

Selama tiga tahun mengemban amanah di kampus yang berbasis IT ini, tentu belum banyak hal yang bisa saya ceritakan tentang seperti apa kampus ini. Namun satu yang saya pahami, bahwa kampus ini terus berbenah diri dan akan selalu satu langkah lebih maju ke depan.

Saya kemudian teringat dengan pertanyaan pada secarik kertas yang saya dapatkan saat mengikuti sesi materi yang dibawakan oleh Ibu kami tercinta, pemilik Yayasan Kharisma, Hj Ola Z Pontoh, S.Psi., M.Psi. pada hari sabtu tanggal 30 maret 2019 yang lalu. Pertanyaan itu tentang apa keunggulan STMIK Kharisma Makassar.

Pada saat itu saya menjawab dengan spontan berdasarkan pengamatan saya selama ini bahwa keunggulan STMIK Kharisma Makassar adalah terletak pada kemampuanya melahirkan lulusan yang siap kerja dan dapat bersaing untuk mengisi berbagai jabatan pada hampir semua sektor pekerjaan.

Namun sebetulnya masih banyak keunggulan yang dimiliki oleh STMIK Kharisma Makassar. salah satu keunggulan itu terletak pada visinya, yaitu  “Menjadi Perguruan Tinggi Yang Unggul di Bidang Digital Enterpreneur”. Artinya, kampus ini tidak hanya berupaya untuk melahirkan lulusan yang siap kerja, namun bisa melahirkan lulusan yang kreatif dan mampu membuka lapangan pekerjaanya sendiri dan untuk orang lain.

Visi ini tentu tidak muncul begitu saja. Dengan melihat betapa masifnya perkembangan teknologi informasi yang ada saat ini, maka gagasan yang revolusioner tersebut akhirnya dicetusan. Hal itu dilakukan untuk mempertegas bahwa kampus ini mampu menjawab kebutuhan zaman yang saat ini mengarah pada era revolusi industri 4.0.

Dengan diikuti oleh pembaruan pada segala aspek. Mulai dari perbaikan fasilitas kelas dan laboratorium, percepatan akreditasi serta perumusan ulang kurikulum berbasis skill yang akan dijalankan dalam proses pembelajaran, maka visi ini tentu akan bisa diwujudkan.

Memang tak akan mudah untuk mencapainya. Namun saya yakin, selama proses berbenah terus dilakukan maka kampus STMIK Kharisma Makassar ini akan selalu bisa menjadi kawah candradimuka bagi mahasiswa. Sehingga, kelak mereka bisa melahirkan alumni-alumni yang handal dibidang IT khususnya dibidang digital entrepreneur dan mampu bersaing di dunia kerja.

Selamat ualng tahun STMIK Kharisma Makassar yang ke-19. Semoga jaya selalu.

Mendidik Anak di Era Digital, Kita Harus Bagaimana?

Masa depan sebuah bangsa tergantung dari seperti apa pendidikan yang diberikan kepada anak-anak yang menjadi generasi penerusnya hari ini. Untuk itu, maka tidak ada pilihan lain selain memberikan asupan pendidikan terbaik bagi mereka agar kelak bisa membawa bangsa ini untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan.

Berbicara tentang pendidikan anak, tentu tidak ada pihak yang paling bertanggungjawab untuk mempersiapkan hal itu selain keluarganya sendiri. Dalam hal ini, ke dua orang tuanya. Di sinilah, peran orang tua diperluakan untuk membentuk fondasi awal pengetahuan bagi anaknya. Jika gagal, maka bisa dipastikan anak itu akan gagal pula untuk menjadi manusia yang berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara. Namun, yang menjadi pertanyaan kemudian, bagaimana meminimalisir kegagalan dalam mendidik anak?

Tentu bukan hal yang mudah untuk bisa mendidik anak agar kelak bisa tumbuh menjadi manusia yang berguna. Tantangannya terlalu banyak, apalagi saat ini kita berada di era digital. Untuk itu diperlukan upaya yang sungguh-sungguh dari orang tua untuk membimbing anaknya agar bisa selamat dari bahaya penyelahgunaan perangkat digital ini.

Untuk itu, maka ada beberapa hal yang mesti dipahami oleh para orang tua agar tidak salah langkah dalam mendidik anaknya di era digital ini, yaitu

1. Memahami Setiap Fase Pertumbuhan Anak

IMG-20180729-WA0018
Tahapan Perkembangan Anak (dokpri)

Dalam buku Mendidik Anak di Era Digital yang ditulis oleh Yee Jin Shin, seorang psikiatri dan praktisi pendidikan anak di Korea menyebutkan bahwa pada dasarnya anak-anak tidak bisa dipisahkan dari perangkat digital. Hanya saja, penggunaan perangkat digital ini perlu dikontrol dengan baik agar tidak merusak proses tumbuh kembang mereka pada rentang usia tertentu.pasalnya, jika kita lalai maka akan menimbulkan dampak buruk pada perkembangan otak dan pikiran anak.

Pada anak usia 0-3 tahun misalnya, jika pada usia ini ia sudah dominan menggunakan perangkat digital maka bisa berdampak pada menurunnya kemampuan sang anak untuk mengontrol emosi dan bersosialisasi. Pada anak usia 4-6 tahun, penggunaan perangkat digital berlebihan akan mempengaruhi daya pikir dan kreativitasnya. Pada anak usia 7 tahun bisa berdampak pada menurunkan daya kosentrasinya dan pada anak usia 9-10 tahun akan mematikan keinginan mereka untuk membaca buku.

Untuk itu, sebagai orang tua kita harus memperhatikan betul pola asuh yang tepat bagi anak dalam menggunakan perangkat digital. Jangan sampai lalai dan pada akhirnya menyesal di kemudian hari. Orang tua mesti memahami dengan baik pada saat seperti apa membiarkan atau melarang sang anak untuk menggunakan berbagai perangkat digital yang ada. Sehingga bisa menghindarkan mereka dari konsekuensi buruk yang tentunya tidak kita inginkan untuk terjadi.

Orang tua bisa mulai dengan menerapkan beberapa aturan main yang harus disepakati bersama dalam hal penggunaan perangkat digital. Misalnya, si anak hanya bisa menggunakan perangkat digital 1 atau 2 jam dalam satu hari. Kalau misalnya si anak menggunakan perangkat digital untuk berselancar di dunia maya, orang tua harus memastikan terlebih dahulu bahwa saluran atau situs yang diaksesnya tidak mengandung konten negatif.

2. Mendidik Dengan Keteladanan

IMG-20180729-WA0017.jpg
Mengajarkan Keteladanan (dokpri)

Bagaimana menjadi orang tua yang bisa diteladani oleh anak di era kekinian? Sulit pastinya. Tapi mau tidak mau sebagai orang tua kita harus bisa memberikan contoh yang baik kepada anaknya. Jika tidak, maka bisa jadi kita akan menyesal di masa yang akan datang.

Seperti saat ini misalnya. Hadirnya berbagai perangkat digital khsusnya smartphone telah merubah segalanya. Mulai dari gaya hidup, cara bergaul, cara belajar, cara menikmati hiburan dan lain sebagainya. Oleh karena itu, tentu akan sangat sulit bagi kita untuk memisahkan diri dari perangkat teknologi seperti seperti smartphone.

Sudah menjadi rahasia umum kalau kita sedang makan dengan tangan kanan, maka smartphone akan dipegang dengan tangan kiri. Mau tidur pun kita mesti memainkan smartphone sampai mata kita betul-betul tertutup. Begitu juga saat bangun tidur. Benda yang pertama kali kita cari adalah smartphone.

Kebiasaan-kebiasaan ini tentunya telah mendarah daging dalam kehidupan kita saat ini. Jika kita sebagai orang tua, pernahkah kita berpikir kalau kebiasaan seperti ini tidak berdampak bagus bagi anak-anak kita yang ada di rumah?.

Banyak orang tua yang tidak menyadari kalau kebiasaanya menggunakan perangkat digital di rumah akan selalu diamati oleh anak di rumah. Meskipun sang anak tidak memiliki ambisi untuk menggunakan perangkat digital, namun karena setiap hari melihat orang tuanya menggunakan perangkat digital, anak pun jadi ingin ikut menggunakanya.

Sangat kontradiksi jika orang tua melarang anak menggunakan perangkat digital, namun dirinya sendiri mengggunakannya di saat seharusnya dia menjadi teladan bagi anaknya. Untuk itu, sebagai orang tua maka bersikap bijak adalah pilihan yang tepat untuk memberikan pelajaran bagi anak dalam menggunakan perangkat digital.

Pun demikian dengan hal-hal yang lain. Saat kita ingin mengajarkan kesopanan, tata krama, dan lain sebagaianya kepada sang anak, maka semua hal itu terlebih dahulu dimulai dari orang tua dulu. Biarkan sang anak mengamati dan melihat apa yang kita lakukan. Kelak, cepat atau lambat mereka akan mengikuti apa yang kita lakukan itu tanpa paksaan.

3. Menjadi Orang Tua Pembelajar.

IMG-20180729-WA0016
Menjadi Orang Tua Pembelajar (dokpri)

Tidak sedikit ada orang tua yang menyerah dan bahkan pasrah dengan keadaan saat ini. Sehingga mereka membiarkan saja anaknya untuk menggunakan perangkat digital semaunya. Masalahnya adalah, orang tua tersebut tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk mengoperasikan perangkat digital.

Karena ketidaktahuanya itu, akhirnya membiarkan saja si anak dengan leluasa mengakses berbagai informasi atau memainkan game sesuka hatinya melalui perangkat digital tanpa mendapatkan pengawasan dan pendampingan sama sekali. Padahal, belum tentu informasi yang diakses atau game yang dimainkan itu bermanfaat buat dirinya.

Untuk itu maka setiap orang tua dituntut untuk terus mengupdate pengatahuanya tentang teknologi. Dengan demikian maka ia bisa dengan mudah membimbing dan mengarahkan anaknya untuk mengambil manfaat yang positif dari penggunaan perangkat digital. Dengan pengetahuan yang mumpuni, orang tua bisa mengetahui dengan baik segala hal yang dilakukan oleh anaknya dengan perangkat digital yang ada.

Untuk mengupdate pengetahuannya itu, para orang tua bisa menghadiri berbagai seminar tentang digital parenting atau bisa mengikuti berbagai wokshop tentang dunia digital yang sekarang sudah marak diselenggarakan. Intinya, kembali kepada kemauan orang tua. Jangan pernah merasa bodoh dan terlambat untuk mulai belajar. Pasalnya, masa depan anak-anaklah yang menajdi taruhanya.

4. Mendidik Anak Dengan Sabar dan Tawakal

IMG-20180729-WA0015
Mendidik Dengan Sabar dan Tawakal (Dokpri)

Tidak seperti makan cabe, sekarang di makan, maka pedasnya langsung terasa. Mendidik anak tentu butuh kesabaran. Jika kita sudah menasehati mereka dan nasehat itu tidak langsung di dengar, maka tidak ada salahnya kita mengulanginya lagi, lagi dan lagi.

Jangan sampai menyerah dalam memberikan pendidikan yang terbaik untuk sang buah hati. Jika hari ini kita menyerah, maka taruhanya adalah masa depan mereka. Tentunya kita tidak ingin melihat mereka menjadi orang yang gagal di masa yang akan datang. Untuk itu, tidak ada pilihan bagi kita selain terus menerus melakukan yang terbaik sambil terus berdoa kepada Allah.swt agar kelak mereka bisa menjadi insan yang berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara ini. #SahabatKeluarga

Video Editor : Baizul Zaman

Referensi bacaan :

  1. Shin, Yee Jin. 2014. Mendidik Anak di Era Digital. Jakarta: Noura Books
  2. Yalda T. Uhls, MBA. Ph.D. (2016), MEDIA MOMS and DIGITAL dady, Solo; Tiga Serangkai.
  3. Mahfudh, Sahal. Mempersiapkan Generasi yang Cerdas Digital. sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id. 30 Juli 2018. Web. Diakses Pada Tanggal 31 Juli 2018.
  4. Yanuar Jatnika. Cara Jitu Hindarkan Anak Dari Konten Negatif Gawai. sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id. 10 April 2018. Web. Diakses Pada Tanggal 31 Juli 2018.

 

5 Hal Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang STMIK Kharisma Makassar

pic1
Gedung STMIK Kharisma Makassar (Dokpri)

Sulawesi Selatan, selain dikenal dengan keelokan wisata dan keragaman budayanya, di daerah ini juga banyak terdapat perguruan tinggi yang bisa dijadikan rujukan untuk melanjutkan pendidikan. Salah satunya adalah STMIK KHARISMA Makassar.

Sebagai kampus yang berbasis IT, STMIK KHARISMA Makassar sudah sejak lama telah berkonsentrasi penuh dalam usaha mendidik dan menghasilkan lulusan profesional dan kompeten. Jadi, tidak heran banyak alumni dari kampus ini yang telah mengisi lowongan kerja di berbagai sektor. Mulai dari sektor IT, sektor industri, perbankan, jasa dll. Bahkan tidak jarang ada yang berhasil menjadi digital enterpreneur.

Nah, untuk lebih mengenal kampus yang terletak di Jl. Baji Ateka No.20 ini, berikut ada 5 sajian informasi penting dari saya untuk para pembaca yang mungkin tertarik melanjutkan studi di STMIK KHARISMA Makassar.

1. STMIK KHARISMA Makassar merupakan salah satu kampus IT terbaik yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan. Hal ini berdasarkan dari data Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komputer (APTIKOM) wilayah IX, Makassar.

2. STMIK KHARISMA Makassar didirikan pada tanggal 29 Maret 2000. Sejak tahun berdirinya sampai sekarang, kampus ini telah menghasilkan ribuan alumni dari dua program studinya, yaituprogram studi Sistem Informasi dan Teknik Informatika, meliputi jenjang pendidikan S1 dan D-III.

3. Kurikulum STMIK KHARISMA Makassar, telah disusun dengan sejumlah program  peminatan (konsentrasi) dalam setiap program studi di semua jenjang. Diantaranya adalah  peminatan sistem informasi manajemen, sistem informasi akuntansi, rekayasa perangkat lunak, jaringan komputer, grafik komputer dan multimedia.

4. Khusus untuk program pendidikan D-III, pada tahun 2018 STMIK KHARISMA Makassar mulai menerapkan model perkuliahan dengan sistem paket. Dalam hal ini, setiap peserta didik dapat memilih beberapa paket perkuliahan yang bisa diikuti secara fleksibel. Selain itu, setiap lulusan pada program D-III ini akan dibekali dengan sertifikat keahlian sesuai dengan bidang keilmuan yang dikuasai.

5. STMIK KHARISMA Makassar adalah kampus yang tidak hanya konsen memberikan pengetahuan IT kepada peserta didiknya, namun juga memberikan bekal entrepreneurship sebagai kompetensi tambahan yang berguna jika para alumni memilih jalur berwirausaha.

Nah, lima hal yang saya sajikan ini  tentunya sudah cukup memberikan gambaran kepada pembaca tentang STMIK KHARISMA Makassar. Untuk lebih jelasnya lagi, bisa langsung mengunjungi website kampus ini di www.kharisma.ac.id. Ciao…!!!