Kota Bandung Tidak Butuh Lagi Ridwan Kamil

, ridwn

Ada rasa iri yang hadir dalam diri ini ketika melihat halaman Facebook “Ridwan Kamil untuk Bandung”. Halaman Facebook itu penuh dengan postingan hasil karya nyata dari Ridwan Kamil yang mengubah wajah Kota Bandung menjadi kota yang luar biasa, bersih, apik, dan teratur. Ada rasa iri dalam hati ketika melihat betapa santunya Ridwan Kamil menyapa dengan tulus warga Bandung lewat halaman sosial media di saat banyak pemimpin daerah lainya justru lebih senang menggunakan bahasa-bahasa kekerasan saat menyapa warganya dan justru menghindari sosial media karena menjaga jarak dengan warganya dan lebih eksklusif.

Perlahan tapi pasti Kota Bandung mulai berbenah. Hampir semua sektor mendapatkan sentuhan tangan dingin dari seorang arsitek muda. Semua disulap menjadi baik. Ridwan Kamil betul-betul menjalankan amanah sebagai seorang pemimpin yang mengabdikan diri kepada masyarakat.

Hampir setiap hari rasa iri ini selalu bersemayam di dalam hati. Ingin sekali rasanya untuk membuang pandangan dari halaman Facebook “Ridwan Kamil untuk Bandung” agar tidak melihat hasil kinerja baiknya yang setiap hari ditampilkan di sana, namun tak kuasa rasanya untuk menahan pandangan dan mencicipi hasil-hasil karyanya yang disajikan lewat sosial media ini. Mulai dari perbaikan fasilitas umum, sampai dengan perbaikan kesejahteraan rakyat, Ridwan Kamil sudah melakukannya.

Sungguh, Kota Bandung tidak butuh lagi Ridwan Kamil. Kota Bandung sudah cukup bagus dibandingkan kota-kota lain yang ada di negeri ini. Sudah saatnya Ridwan Kamil untuk meninggalkan Kota Bandung karena banyak kota-kota lain saat ini sangat butuh pertolongan darurat dari Ridwan Kamil, yang salah satunya adalah kotaku. Kota di mana aku melanjutkan pendidikan. Kota yang tidak lama lagi akan menjadi kota dunia. Kota yang menjadi jantung Indonesia Timur.

Kotaku butuh Ridwan Kamil untuk mengembalikan ruang-ruang publik yang telah hilang. Masyarakat kotaku butuh Ridwan Kamil untuk menyadarkan mereka agar tertib berlalu lintas. Masyarakat kotaku butuh Ridwan Kamil untuk menyadarkan mereka arti dari menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Anak-anak muda di kotaku butuh Ridwan Kamil untuk menyadarkan mereka agar tidak menjadi geng motor. Kotaku butuh Ridwan Kamil agar kemacetan bisa diselesaikan. Kotaku butuh Ridwan Kamil agar infrastrukturnya diperbaiki. Kotaku butuh Ridwan Kamil agar taman-taman kota bisa kembali dibangun agar masyarakat bisa bertamasya ke sana tanpa mengeluarkan biaya. Kotaku butuh Ridwan Kamil agar cita-citanya menjadi kota dunia tapi humanis bisa terwujud. Kotaku butuh Ridwan Kamil agar penggusuran tidak terjadi lagi.

Kotaku, kota yang akan menuju kota dunia sungguh sangat butuh Ridwan Kamil. Sudah cukup rasanya Ridwan Kamil berada di Bandung. Sudah saatnya Ridwan Kamil meninggalkan Kota Bandung yang sudah jauh lebih baik dibandingkan kotaku. Sudah saatnya Ridwan Kamil memberikan sentuhan magic-nya untuk kotaku, agar kotaku bisa seperti Kota Bandung, Kota Kembang yang betul-betul telah berubah menjadi sebenar-benarnya kembang.

Makassar, 12-05-2015

*tulisan dimuat juga di sini

Iklan

Capaian Peneliti AIMP di Awal Tahun 2015

paper-250x166

Sejak awal tahun 2015 beberapa mahasiswa yang tergabung dalam grup penelitian AIMP telah melakukan beberapa penelitian dengan topik data mining, multimedia processing dan intelligent transport system.

Salah satu dari tiga bidang penelitian tersebut yakni intelligent transport system (ITS) telah masuk dalam proyek penelitian unggulan perguruan tinggi untuk tahun 2015 sampai tahun 2017. Traffic light system sebagai salah satu ranting penelitian dari topik ITS adalah tema yang masuk dalam proyek tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan yang sedang dilakukan oleh Basri di bawah bimbingan Dr. Indrabayu.

Topik penelitian ini kemudian akan dipublikasikan pada kegiatan seminar internasional yang diselenggaran oleh Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya pada pertengahan bulan Mei 2015 mendatang.

Sejalan dengan apa yang dilakukan Basri, peneliti AIMP lainya yang turut serta akan mempublikasikan hasil penelitianya pada seminar internasional ini adalah Ary Sespajayadi dengan topik penelitian Prediksi Forex dengan Metode Algoritma Genetika – Jaringan Syaraf Tiruan. Meskipun penelitian ini tidak masuk dalam proyek penelitian unggulan perguruan tinggi, namun manfaatnya sangat besar karena bisa memberikan analisis yang tepat bagi mereka yang menggeluti trading forex.

Selain itu, ada juga beberapa peneliti AIMP lainya yang turut mengikutsertakan hasil penelitianya dalam kegiatan seminar nasional dan jurnal nasional. Mereka diantaranya adalah :

  1. Baizul Zaman dengan topik penelitian Implementasi Jaringan Syaraf Tiruan untuk Prediksi Safety Stock Reagen Laboratorium Rumah Sakit Universitas Hasanuddin, sebagai pemakalah pada seminar nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Muslim Indonesia tanggal 3 April 2015
  2. Mirna Andriani dengan topik penelitian Prediksi Pemakaian Obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Menggunakan Metode Jaringan Syaraf Tiruan. Artikel ini telah diterima pada jurnal ilmiah Kajian Teori dan Aplikasi Teknik Elektro, Universitas Mataram
  3. Herlina dengan topik penelitian Sistem Pendukung Keputusan Adaptif Pada Pembobotan Kualifikasi Tenaga Ahli Pengadaan Jasa Konsultansi Menggunakan Metode Fuzzy AHP, sebagai pemakalah pada seminar nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Muslim Indonesia tanggal 3 April 2015
  4. Liza dengan judul penelitian Segmentasi Citra dengan Metode Threshold pada Citra Digital Tanaman Narkotika, sebagai pemakalah pada seminar nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Muslim Indonesia tanggal 3 April 2015
  5. Yohan L dengan topik penelitian Rancangan Sistem Kendali Lampu Lalu Lintas dengan Pendekatan Fuzzy Logic akan mengikuti seminar nasional yang diadakan oleh POLTEK Negeri Ujung Pandang bulan Juni 201 mendatang
  6. Siska Anraeni dengan topik penelitian Ekstraksi Fitur Citra Iris Mata Menggunakan Pencirian Matriks Ko-okurensi Aras Keabuan sebagai pemakalah pada seminar nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Muslim Indonesia tanggal 3 April 2015
  7. Andi Triska Muliana dengan tema penelitian Prediksi Pemakaian Bahan Alat Habis Pakai (BAHP) Rumah Sakit berbasis Jaringan Syaraf Tiruan yang draft paper-nya saat ini sedang digarap untuk disubmit di jurnal atau diikutsertakan dalam seminar dalam waktu dekat.
  8. Asma Amaliah dengan tema penelitian Deteksi Kanker Payudara Melalui Pemrosesan Citra Mammogram yang draft paper-nya saat ini juga sedang digarap untuk disubmit di jurnal atau diikutsertakan dalam seminar dalam waktu dekat.

Meskipun beberapa peneliti AIMP ini hanya mengikutsertakan hasil penelitianya pada seminar nasional, namun ini merupakan capaian yang luar biasa mengingat mereka adalah pendatang baru di dunia akademik yang diperhadapakan pada penulisan jurnal ilmiah seperti ini.

Untuk seminar internasional, beberapa peneliti AIMP ini juga tengah menyiapkan beberapa topik penelitian yang akan diikutsertakan pada bulan Agustus mendatang. Keikutsertaan ini dilakukan sebagai syarat agar penelitian-penelitian yang dilakukan bisa terpublikasi pada jurnal internasional terindeks scopus.

Memang tidak mudah untuk mempublikasikan hasil penelitian pada jurnal internasional terindeks scopus. Butuh waktu yang lama dan proses yang tidak mudah. Dibutuhkan kesungguh-sungguhan untuk bisa mencapainya.

Terkait dengan hal itu, publikasi jurnal internasional ini juga merupakan syarat utama untuk bisa menyelesaikan studi S2 pada Program Pascasarjana Universtis Hasanuddin Jurusan Teknik Elektro. Tanpa itu, maka tidak ada jalan keluar bagi mahasiswa untuk meraih gelar magister pada program studi ini.

Dimuat juga di sini