Ramadhan, Sosial Media dan Sikap Kita

Tidak terasa bulan sya’ban telah kita tinggalkan dan memasuki bulan Ramadhan yang penuh berkah. Bulan dimana segala amalan yang dilakukan dilipat gandakan pahalanya. Sebagai hamba yang mengharapkan ridho allah.swt tentu saja tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Sungguh menjadi hal yang sangat luar biasa bagi kita karena bisa berjumpa dengan bulan yang sangat mulia ini. Jika dihitung-hitung, begitu banyaknya orang-orang yang kurang beruntung karena tidak lagi bisa berjumpa dengan bulan Ramadhan ini. Mereka telah lebih duluan meninggalkan dunia ini menghadap sang pencipta.

Oleh karena itu maka sangat merugilah kita yang masih berkesempatan berjumpa dengan bulan ramadhan ini jika tidak bisa mengoptimalkan detik demi detik di setiap hari yang ada dengan melakukan amal kebajikan seperti yang pernah dicontohkan oleh Rasullulah.saw

Realitas Pengguna Sosial Media Di Indonesia

Tentu kita menyadari bahwa social media telah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-sehari. Kenyataan ini tidak bisa lagi dipungkiri meskipun masih ada yang beranggapan kalau social media hanyalah selingan untuk mengisi waktu senggang baik saat berada di rumah ataupun ditempat kerja.

Lihat saja data yang dirilis oleh HarianTI.com menyebutkan bahwa terdapat 63 juta orang yang menjadi pengguna internet di Indonesia dimana 95 % merupakan adalah pengguna social media. Lebih rinci lagi Dick Costolo yang merupakan CEO Twitter menyebutkan bahwa Desember 2014 ada 50 juta orang yang menggunakan twitter di Indonesia dari 284 juta pengguna aktif yang ada diseluruh dunia.

Selain itu, menurut data dari Webershandwick, perusahaan public relations dan pemberi layanan jasa komunikasi, untuk wilayah Indonesia ada sekitar 65 juta pengguna Facebook aktif. Sebanyak 33 juta pengguna aktif per harinya, 55 juta pengguna aktif yang memakai perangkat mobile dalam pengaksesannya per bulan dan sekitar 28 juta pengguna aktif yang memakai perangkat mobile per harinya.

Selain Twitter,  jejaring sosial lain yang dikenal di Indonesia adalah  Path dengan jumlah pengguna 700.000 di Indonesia. Line sebesar 10 juta pengguna, Google+ 3,4 juta pengguna dan Linkedlin 1 juta pengguna.

Bijak Dalam Bersosial Media

Kita telah melihat dengan jelas begitu banyaknya pengguna aktif sosial media. Namun terkadang kita tidak menyadarai dan selalu lupa untuk menghitung berapa nilai waktu yang telah kita investasikan untuk bersosial media.

Jika kita berpikir secara kritis, seharusnya kita bisa lebih teliti untuk menghitung waktu. Karena waktu merupakan harta yang tidak ternilai harganya.

Kita mesti menyadari kalau setiap waktu yang kita lewati tidak akan pernah lagi kembali sedetikpun. Jika kita kehilangan benda lain yang kita miliki seperti handphone, dll maka tidak menutup kemungkinan kita bisa mencarinya kembali. Beda dengan waktu. Ketika ia telah berlalu,maka taka nada satu orangpun yang bisa memutarnya kembali.

Sebagai seorang muslim,tentu saja kita lebih memahami nilai dari waktu ini. Terlebih lagi ketika kita melihat bagaimana Allah SWT bersumpah dengan waktu dan menurunkan ayat khusus yang membincang tentang nilai yang terkandung dalam waktu. Dalam firmanya Allah berkata “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menaati kesabaran.”(QS. Al-Ashr :1-3)

Dalam ayat ini Allah SWT jelas menggambarkan kepada kita betapa istimewanya waktu. Allah SWT mengingatkan kita dengan ayat tersebut betapa besar kerugian seseorang bila menyia-nyiakan waktunya apalagi hanya sekedar berbasa-basi mengupdate status yang tidak jelas arah dan tujuanya atau cuma sekedar mengomentari status yang ada dihalaman social media orang lain. Alangkah meruginya seseorang yang hanya menggunakan waktunya selain dari tiga perkara yang disebutkan tadi, apalagi ketika waktu itu disia-siakan dibulan yang penuh berkah ini.

Islam sudah mengajarkan kepada kita semua bahwa waktu yang digunakan dalam tiga koridor pemanfaatan waktu seperti yang difirmakan Allah SWT dalam surah Al-Ashr akan memberikan kebaikan dan manfaat yang luar biasa bagi yang melakukannya. Dan begitu sebaliknya maka celakalah mereka yang memanfaatkan waktunya diluar koridor pemanfaatan waktu seperti yang telah Allah SWT sebutkan dalam firmanya.

Maka dari itu, dalam bersosial media alangkah lebih baiknya jika kita mengisi ruang percakapan kita dengan hal-hal yang bermanfaat dan lebih mendekatkan kita dengan Allah SWT dan sekaligus mengajak orang lain kejalan yang baik. Sehingga dengan cara ini,maka tidak menutup kemungkinan jalan kita menuju surga akan terbuka lebar. Begitu sebaliknya, jika cacian, umpatan dan kebohongan yang kita sebarkan lewat status yang kita bagikan lewat social media maka tidak menutup kemungkinan hal itu akan membawa si pemilik akun kejurang kenistaan.

Namun ,meskipun misalnya dalam bersosial media kita telah mengisinya dengan tiga perkara pokok seperti yang digambarkan dalam surah Al-Ashr, lantas tidak kemudian menjadikan kita untuk terus menerus menghabiskan waktu didepan layar komputer/laptop bersama akun-akun sosila media kita. Proporsional dalam pembagian waktu tetap menjadi tuntutan karena pekerjaan utama kita bukan cuma mengurus akun social media,tetapi masih ada kewajiban-kewajiban lain yang mesti kita jalankan sebagai khalifah dimuka bumi apalagi kita masih berkesempatan bertemu dengan bulan Ramadhan ini maka sudah sepatutnya kita merajinkan diri untuk berbuat amal kebajikan sebanyak-banyaknya karena tidak ada jaminan pada Ramadhan selanjutnya masih bisa kita jumpai.

(Dimuat di Harian Fajar 18 Juni 2015)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s