Surat Sederhana Untuk Penghuni Baru AIMP

Baiklah, sekarang kalian sudah resmi menjadi anggota AIMP seiring dengan berakhirnya prosesku dan prsoes kawan-kawan AIMP lainya sebagai mahasiswa aktif di kampus merah. Saya pernah berada di titik tempat kalian berada saat ini. Pada awalnya memang saya tidak begitu mengenal kalian, hingga akhirnya kalian datang di AIMP dan menjadi bagian dari keluarga kami. Karena itulah kemudian saya merasa memiliki tanggung jawab untuk berbagi dengan kalian tentang beberapa kesalahan yang pernah saya lakukan ketika dulu saya berada diposisi kalian. Dengan menceritakan kesalahan-kesalahan ini , saya berharap kalian bisa belajar banyak sehingga bisa menjalani hari-hari kalian dengan penuh kebahagiaan dan rasa optimis yang tinggi bahwa kalian bisa lebih baik dari saya dan bisa lebih baik lagi dibandingkan orang lain yang berada di luar AIMP. Karena saya yakin setiap orang yang ada diluar sana pasti menginginkan untuk membaca”surat” seperti yang saya tulis ini (..dehhh..pedekuuuu..hehehe). Apa yang saya sampaikan ini bisa kalian ambil jika kalian anggap berguna, dan begitu sebaliknya. Bisa kalian abaikan,dibuang terus diinjak-injak jika sama sekali tidak berarti apa-apa buat kalian.

Hal pertama yang ingin saya katakan kepada kalian bahwa setiap orang itu berbeda. Oleh karena itu, maka sangat penting bagi kalian untuk memahami siapa diri kalian sebenarnya. Ada orang yang tidak perlu ditegur untuk menyadari siapa dirinya, namun ada juga orang yang butuh diberikan petunjuk berkali-kali kemudian setelah itu sadar dan mengetahui siapa dirinya yang sebenarnya. Kesalahan yang saya lakukan dulu adalah pertama, saya terlambat menyadari siapa diri saya. Untungnya saya berada di lingkungan AIMP dan dipertemukan dengan orang-orang hebat yang biasa saya panggil dengan sebutan “Babeh dan Bunda” dan lewat mereka Tuhan menyadarkanku dan segera membangunkanku dari tidur panjang untuk segera bergegas belajar dan membenahi diri serta menata kembali tujuan yang hendak saya capai, yaitu selesai tepat waktu dan bisa menghasilkan publikasi jurnal internasional.

“Terlambat sadar”Inilah kesalahan paling fatal yang pernah saya lakukan. Dalam rentang waktu sebelum saya tersadarkan dengan nasehat “Babeh dan Bunda” yang saya lakukan hanyalah berdiam diri, duduk manis di ruang AIMP bahkan sampai berjam-jam tidak melakukan apa-apa. Saya hanya menyibukan pikiran dengan berbagai macam persepsi tentang banyak hal. Mulai dari memikirkan opini orang-orang yang tidak jelas yang menuduh saya tidak akan bisa menyelesaikan studi tepat pada waktunya sampai dengan memikirkan kemampuan diri saya apakah bisa menyelesaikan penulisan skrip coding yang tentu saja hal ini menjadi momok menakutkan bagi saya yang tidak familiar dengan coding. Persepsi ini setiap hari menghantui pikiran saya. Begitu sangat mengintimidasi sampai-sampai kesadaran saya hampir terganggu. Dalam persoalan ini memang saya tidak pernah mencoba untuk bertanya kepada pembimbing tentang apa yang harus saya lakukan, dari mana saya harus memulainya karena saya selalu merasa bisa untuk menggerakan pikiran saya sendiri guna menyelesaikan segala sesuatu yang saya hadapi. Nah, disinilah letak kesalahan besar yang saya lakukan dan sangat beresiko karena hampir menyingkirkanku dari arena wisuda bulan 9 kemarin.

Pada titik ini, saya tidak sadar kalau saya sedang memulai hal baru yang proses penyelesaianya tentu butuh bimbingan dan tidak akan jadi jika hanya mengandalkan pikiran sendiri. Yang perlu saya lakukan seharusnya saya segera memahami persoalan apa yang saya hadapi, langkah-langkah apa yang harus saya siapkan, tindakan seperti apa yang harus saya lakukan serta pencapaian tujuan seperti apa yang saya inginkan. Saya harus mulai belajar untuk konsisten mulai dari memperbaiki kesalahan-kesalahan kecil seperti memperhatikan kesalahan pengetikan pada tesis atau jurnal yang sedang saya buat ataupun sesering mungkin mempresentasekan progres penelitian kepada pembimbing tanpa harus diminta. Karena menurut hemat saya bahwa tidak ada hal yang paling membahagiakan bagi seorang pembimbing ketika ia melihat anak bimbinganya mempresentasekan progres penelitianya tanpa harus diminta (meskipun asumsi ini tidak sepenuhnya saya lakukan, karena saat saya berada diposisi kalian, saya senantiasa melakukan presentase disaat waktunya sudah mepet..hehehe)

Dengan sering melakukan presentase ataupun berdiskusi dengan pembimbing atau teman-teman maka perlahan dan pasti maka detail dari setiap kesalahan yang tidak bisa kita lihat sendiri akan kelihatan. Kebiasaan presentase ini juga kemudian akan sangat membantu saat menghadapi ujian proposal, hasil,tutup ataupun saat presentase di seminar nasional ataupun internasional. Seperti pepatah lama mengatakan”ala bisa karena biasa”.

Kemudian, mengenai intensitas keberadaan saya di Lab AIMP. Semenjak saya menyadari bahwa sudah begitu jauh saya ketinggalan kereta, maka jalan satu-satunya yang bisa saya lakukan adalah mendekam di lab AIMP. Karena ketika saya berada di AIMP maka saya memiliki waktu belajar yang banyak serta pertemuanku dengan pembimbing serta teman-teman yang jago coding dan memiliki persepsi luas semakin intens terjadi. Saya lebih memilih untuk berada di lab AIMP ketimbang berada di kos-kosan. Karena godaan untuk mengerjakan tesis saat berada di AIMP begitu kuat dibandingkan saat saya berada di kos-kosan.

Untuk kalian yang baru di AIMP, tentu saja pilihan untuk selalu berada di lab AIMP atau kos-kosan ini perlu kalian pertimbangkan. Dan saya pikir tempat terbaik untuk menyelesaikan tesis adalah di lab AIMP, karena di kos-kosan bagi saya adalah tempat istrahat dan cara terbaik yang bisa membuat kalian untuk bisa selalu berada di AIMP saya pikir tidak perlu lagi diajarkan. Karena setiap dari kalian pasti punya cara tersendiri untuk membuat diri masing-masing betah berada di lab AIMP.

Kesalahan kedua yang sering saya lakukan adalah cepat merasa puas dengan apa yang sudah saya lakukan. Hal ini kemudian mengantarkanku menjadi seorang yang selalu abai dengan hal lain yang harus saya kerjakan selanjutnya. Hingga akhirnya saya harus membayar mahal apa yang saya lakukan ini dengan harus tergesa-gesa mengurus segala sesuatunya yang diperlukan sebelum melaksanakan ujian hasil ataupun tutup. Saya selalu meremehkan hal-hal kecil, abai terhadap waktu yang selalu saja hampir menghalangiku untuk meraih cita-cita besar yang telah menjadi tujuanku sejak awal yaitu selesai tepat waktu dan bisa menelurkan publikasi jurnal internasional.

Memang masih begitu banyak kesalahan yang pernah saya lakukan ketika saya berada pada posisi kalian, namun dua hal sederhana yang telah saya sebutkan diatas tentu saja sudah cukup untuk menjadi pelajaran bagi kalian. Saya berharap kalian bisa terus selalu belajar dan menaruh minat yang tinggi untuk mempelajari hal-hal baru diluar apa yang telah saya sebutkan diatas. Karena hal itu bisa menjadikan kalian tangguh dalam menghadapi proses penyelesaian studi di kampus merah.

Pada akhirnya saya ingin menyatakan bahwa, di AIMP-lah kemudian saya bisa tahu diri, tahu kemampuan saya seperti apa hingga akhirnya kemudian saya belajar dan menyelesaikan studi tepat pada waktunya serta bisa melakukan hal-hal luar biasa lainya seperti menghasilkan tulisan yang bisa dipublikasi di jurnal internasional.

Dititik ini saya beserta teman-teman lainya angkatan 2013 tentu sudah merasa berhasil menjadi anak kandung yang dilahrikan oleh AIMP dan kedepanya tentu saja kalian harus bisa lebih dari pada kami. Hari ini kita telah menumbuhkan AIMP semoga sejak hari ini pula sampai hari terakhir dari proses perjalanan kita di kampus merah, AIMP tetap bisa terjaga.

Semua yang saya tulis ini adalah hal sederhana. Ketika saya selesai menulis surat ini, kemudian saya berandai-andai. Dalam angan saya membayangkan, seandainya sebelumnya saya pernah membaca “surat” ini mungkin dulu jalan saya akan bisa lebih sangat mudah. Bagaimana dengan kalian..?

(Makassar, 08-09-2015, Dari Kamar Kecil Tak Bersekat)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s