Untuk Wakil Rakyat : Musuh Kita Bukan KPK, Tapi “KORUPTOR”

save-KPK

Saya bukanlah orang yang mengerti tentang seluk beluk aturan perundang-undangan yang mengatur tentang bagaimana KPK bertindak dan menjalankan fungsinya. Pun saya kurang paham tentang ikhwal dilahirkanya aturan perundang-undangan tadi. Namun satu yang saya selalu yakini bahwa aturan perundang-undangan yang mengatur berjalanya proses di KPK itu pastinya akan bermuara pada sebuah kebaikan dan bukan untuk merusaki sebuah tatanan kehidupan yang telah berjalan dengan baik. Sehingga Jika ada upaya yang bertujuan untuk merubah konsep aturan perundang-undangan tadi yang dampaknya bisa mengkerdilkan KPK sehingga dalam prosesnya KPK tidak bisa menegakkan kebaikan di negeri ini maka tidak ada pilihan lain kecuali mengecam dan menghalangi agar hal itu tidak sampai terjadi.

Sangat salah jika KPK yang dipandang oleh sebagian besar manusia penghuni negeri ini sebagai penegak keadilan karena berhasil memberangus tikus-tikus pemakan uang rakyat disaat dua lembaga lainya yang bertenggung jawab melakukan hal serupa sedang terseok seok menutup lubang tikus -yang notabenenya tikus-tikus itu besar dan berkembang biak didalam lembaga itu sendiri- kemudian harus dibatasi kewenanganya dalam memburu tikus-tikus kelaparan ini.

Sangat menggelikan dan memuakkan tentunya saat menyadari bahwa yang berupaya untuk melemahkan langkah KPK ini adalah wakil rakyat itu sendiri. Entah apa yang ada dibenak para wakil rakyat terhormat ini kemudian tiba-tiba mengusulkan untuk merevisi aturan perundang-undangan yang bermuara pada pelemahan KPK dan bisa jadi berimplikasi pada bubarnya KPK.

Sangat disayangkan, wakil rakyat yang seharusnya merakyat dengan menelurkan ide-ide briliannya dalam mendesain aturan perundang-undangan agar bisa terus menjaga terciptanya stabilitas kehidupan yang baik di negeri ini justru mereka lebih mengedepankan pemikiran picik, kotor dan menjijikkan. Mereka seolah ingin menggiring opini public bahwa KPK-lah yang menjadi musuh masyarakat, bukan Koruptor.

Apakah para wakil rakyat ini tidak sadar kalau sebetulnya koruptorlah yang menjadi biang keladi kemerosotan bangsa ini , bukan KPK. Apakah wakil rakyatku yang menjijikan ini tidak memahami bahwa dengan dibatasinya kewenangan KPK maka akan semakin membuka ruang yang sebebas-bebasnya bagi para koruptor alias tikus pengerat untuk menggerogoti uang rakyat.

Seharusnya mereka para wakil rakyatlah yang menyerukan perlawanan kepada koruptor dengan mempertajam kewenangan KPK lewat aturan perundang-undangan yang didesain tanpa memberikan celah bagi koruptor untuk berkembang biak. Bukan justru mereka para wakil rakyat yang memberikan jalan bagi para koruptor untuk menari sebebas-bebasnya dipanggung Indonesia yang kaya ini.

Para wakil rakyat mungkin lupa, bahwa mereka bisa duduk enak dikursi empuk itu karena rakyat yang telah memilih mereka untuk berada disana. Mereka mungkin tidak ingat lagi jika nasib bangsa ini ada ditangan mereka yang merupakan produsen aturan perundang-undangan.

Entah setan apa yang telah merasuki pikiran para wakil rakyatku yang menjijikan ini sehingga ide untuk mengekang KPK dan membongsainya itu terlintas di otak mereka. Bukanya seharusnya otak-otak para wakil rakyat ini digunakan untuk memercikan pemikiran yang jenius guna menuntaskan persoalan korupsi dinegeri ini.

Yang pasti saat ini aku sedang kecewa dengan wakil rakyatku. Setiap kali aku melihat wajah mereka ditelevisi sambil berargumen tentang rencana revisi undang-undang yang berpotensi melemahkan KPK, rasanya mulut ini mau muntah dan kemudian ingin memercikan muntah itu kewajah busuk mereka.

Ingin rasanya aku berteriak dan menjerit ditelinga mereka, bahwa bangsa ini memilih mereka bukan untuk bersandiwara dipanggung DPR sana, tapi untuk betul-betul menjmbatani suara rakyat dalam menyuarakan kebenaran dan memerangi korupsi di negeri ini.

Dengarkanlah suara ini wahai wakil rakyatku yang menjijikan, bahwa musuk kita bukanlah KPK, tapi musuh kita ada KORUPTOR. Jika engkau tak bergeming mendengar jeritan ini dan lebih memilih untuk memusuhi KPK, maka jangan salahkan aku jika aku memusuhimu. Karena bagiku musuh KPK adalah musuhku, dan yang memusuhi KORUPTOR adalah Kawanku. #Save_KPK

(Makassar, 12 Oktober 2015, Di Kamar Kecil Tak Bersekat)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s