Paris, Kota Romantis Yang Berubah Tragis

094132100_1447495789-20151114-Karangan-Bunga-Korban-Bom-Perancis-Reuters1

Saya sempat tertegun membaca berita yang dimuat media online tentang kekacauan yang terjadi  di kota Paris. Kota itu kembali menjadi trending topic diseantero jagat raya sesaat setelah bom meledak diikuti dengan rentetan tembakan di beberapa pusat keramaian yang ada disana. Entah atas dasar apa para pelaku pengeboman dan penembakan melakukan tindakan brutal itu. Bukankah semua tahu bahwa menghilangkan nyawa orang merupakan tindakan yang ditentang oleh semua pihak dan sama sekali tidak dibenarkan dalam agama apapun.

Sembari menyeruput kopi pahit yang baru saya seduh digelas kecil berwarna kuning itu, tiba-tiba seorang kawan mengajukan Tanya “Kenapa ada orang yang begitu tega menghilangkan nyawa orang lain. Bukankah itu adalah tindakan yang salah..?” sesaat saya mencoba berpikir untuk mencari jawaban dari pertanyaan ini. Pikiranku kembali jauh menerawang mengingat kembali peristiwa yang menimpa beberapa Negara yang ada di Timur tengah sana yang tentu saja motifnya sama namun kondisinya lebih mengenaskan dibandingkan apa yang terjadi di kota paris saat ini.

Oh iya kawan, jika tidak salah mungkin hari ini nurani mereka sedang kerontang sehingga tidak bisa lagi membedakan mana perbuatan baik dan buruk. Bisa jadi pikiran mereka sedang sakit dan tidak bisa lagi dipergunakan sebagaimana mestinya sehingga sikap mereka menjadi tidak terkontrol. Atau bisa saja akal mereka sudah keropos dan tak bisa lagi digunakan dengan baik sehingga perilaku mereka lebih rendah dari binatang.

Kawan, dunia ini memang sudah tak nyaman lagi untuk ditinggali. Cobalah tengok disekeliling kita. Betapa sulitnya hari ini kita membedakan mana orang baik dan mana orang jahat. Mana orang beragama yang betul-betul menjalankan perintah agamanya diatas fondasi kasih sayang dan mana yang hanya sekedar menggunakan agama sebagai topeng untuk melegitimasi tindakan dan perbuatan zalimnya terhadapa orang lain yang dianggapnya tidak seagama.

Lihatlah kota paris ini, kota yang dulunya romantic namun kini berubah menjadi tragis. Lihatlah mereka yang meregang nyawa disana. Mereka itu manusia yang punya hak hidup. Mereka tidak berhak menjadi korban sebagai imbas dari kejadian manapun yang terjadi di muka bumi ini.

apakah kawan tahu, sudah berapa banyak kota didunia ini yang dulunya indah dipenuhi oleh orang-orang yang menghabiskan hari-harinya dengan penuh suka cita kini berubah menjadi kota yang kelam penuh dengan kesedihan dan rasa takut?. Kalau saya sebutkan satu per satu, dan menceriterakan bagaimana sejarah kota-kota itu mungkin kawan akan mengutuk keras kekejaman orang-orang jahat yang telah menciptakan nereka di kota-kota itu. Dan kini, nereka itu akan kembali diciptakan di kota Paris.

Jika kawan berpikir bahwa mereka adalah manusia, saya berharap agar kawan membuang jauh-jauh pemikiran itu karena dari sifat keji yang mereka lakukan maka tidak pantaslah predikat manusia disematkan pada mereka.  Mungkin lebih pantasnya mereka dikatakan sebagai iblis yang memang gemar menciptakan kerusakan dimuka bumi.

Sudahlah kawan, tidak usah lagi bertanya tentang kota Paris yang hari ini sedang berkabung atas tewasnya masyarakat sipil lebih dari 100 orang akibat ledakan bom dan tembakan brutal dari orang-orang jahat yang tidak mencintai kedamaian.

Tapi, marilah kita kembali saling mengajak untuk bercermin dan melihat siapa diri kita sebenarnya. Apakah kita masih melihat diri kita sebagai manusia yang penuh welas asih shingga layak disebut manusia, ataukah telah banyak topeng kebencian yang menutupi diri kita, sehingga sudah sangat sulit rasanya  untuk mendefinisikan siapa kita sebenarnya.

“Makassar, 15-11-2015 dari ruang kecil tak bersekat”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s