“Kalima-Lima” Permandian Air Tawar Yang Sedingin Salju

Rasanya tidak perlu jauh-jauh untuk berkunjung ke negeri sakura demi menikmati dinginya salju. Jauh dilereng pegunungan desa Molo kecamatan batu kara wilayah Muna Timur disana terdapat permandian alam yang airnya sedingin salju. Air yang mengalir melewati sela-sela bebatuan yang berbentuk tangan manusia itu sudah sejak lama menjadi objek wisata pelepas penat bagi masyarakat sekitar.

_MG_3416

Memang tidaklah mudah untuk mencapai lokasi permandian ini. Butuh usaha yang kuat dan perjuangan yang berat. Beratnya medan yang harus dilalui akan memaksa bagi siapa pun yang mencoba untuk menaklukanya harus rela berjalan jongkok menyusuri curamnya jalan berbatu dan licin dengan kemiringan hampir 90 derajat. Sehingga jika sedikit terpeleset saja maka tidak ada pilihan lain kecuali terjatuh kedalam curamnya lembah yang mungkin saja bisa mengakibatkan cedera fatal bagi yang mengalaminya.

IMG20150719123520

Akan tetapi saya selalu yakin, jika kehati-hatian yang selalu dikedepankan dalam setiap melangkahkan kaki maka kemungkinan-kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi seperti jatuh atau terpeleset itu tidak akan terjadi. Apalagi misalnya yang melakukan perjalanan ke tempat ini adalah mereka yang memang sudah terbiasa melewati medan sulit. Bisa dipastikan medan yang berbahaya seperti ini akan menjadi perjalanan yang menyenangkan. Karena ketika berhasil melewati medan yang sulit kita akan disuguhkan dengan sebuah pemandangan indah nan mempesona.

Saat berkunjung ke tempat ini maka akan ada banyak hal yang bisa kita rasakan dan saksikan. Selain airnya yang benar-benar sedingin salju yang membuat setiap orang yang menceburkan diri kedalamnya tidak akan pernah bisa bertahana untuk berlama-lama berendam didalmnya kita juga akan disuguhkan dengan keindahan aliran air yang pada titik-titik tertentu membetuk seperti sebuah kolam yang tentu saja akan sangat menggugah hati setiap insan yang melihatnya untuk menyempatkan diri meskipun hanya untuk sekedar mencuci kaki atau berfoto ria.

IMG20150719124134

Namun sebelum itu tentu saja disepanjang perjalanan yang kita lalui, selain diperhadapkan dengan medan jalan yang cukup menantang, pada beberapa area yang dilewati kita akan menemukan anak-anak sungai yang aliran airnya begitu lembut dan suara gemerciknya yang terpantul pada bebatuan bulat disepanjang sungai seolah memanggil setiap orang yang melaluinya untuk menyempatkan diri mendinginkan badan agar tetap bugar sebelum melanjutkan perjalanan.

_MG_3380

Sungguh petualangan menuju permandian kalima-lima ini akan membekas dengan sempurna dibenak setiap orang yang melakukanya. Satu tahun setelah saya melakukan perjalanan menuju ketempat ini, rasanya setiap jengkal dari perjalanan yang saya lalu masih terekam dengan  jelas dalam ingatan. Ragam flora dan fauna yang bisa ditemui disepanjang jalan serta kelokan sungai yang membelah hutan belantara dan dinginya air yang mendiami lengkungan batu yang membentuk sebuah kolam alami raksasa dipuncak pegunungan itu laksana tinta abadi yang tak akan pernah terhapus oleh apapun sepanjang perjalanan hidupku.

_MG_3384

(salah satu bunga liar yang tumbuh hampir disepanjang jalan menuju tempat permandian)

Sungguh tempat ini tidak ada duanya. Dari sekian banyak tempat permandian alam yang telah saya saksikan di bumi nusantara namun hanya permandian kalima-lima inilah yang mungmkin diciptakan oleh Tuhan saat Dia tersenyum.

20120408194

Sambil memperhatikan putaran jarum jam saya berdoa dalam hati, semoga saja tempat ini kelak masih bisa dinikmati anak cucu saya, kalaupun tidak maka biarlah tulisan ini yang mengingatkan mereka bahwa dulu ada satu tempat permandian di wilayah Muna Timur yang airnya sedingin salju.

 

 

Merawat Sekeping Surga Yang Tercecer Di Tanah Muna “Danau Air Asin Napabale”

 

Jika ada bidadari dari kayangan yang akan turun ke bumi untuk mandi maka saya yakin dan percaya kalau danau air asin Napabale yang terletak di Kabupaten Muna desa Lohia inilah yang akan menjadi pilihan utamanya. Saya meyakini betul hal ini karena  dengan keindahan dan keunikan alam permandian yang dimiliki oleh tempat itu maka pasti akan memikat hati siapapun yang melihatnya, termasuk bidadari yang tinggal dikayangan.

Bagi sebagaian masyarakat Kabupaten Muna, keindahan danau itu telah menjadi bagian cerita yang telah diwariskan secara turun temurun sejak dulu kala. Saya masih mengingat betul saat masih duduk dibangku sekolah dasar cerita tentang keindahan tempat itu telah sering diceritakan oleh guru di ruang kelas. Cerita tentang keindahan alam napabale dan segala bentuk keunikanya seolah menjadi cerita wajib dari guru-guru saya buat murid-muridnya dengan tujuan agar kecintaan kami terhadap objek wisata local yang ada di kabupaten muna selalu terpupuk dan terjaga.

Karena keindahanya pula sehingga banyak komponis lokal yang terinpirasi untuk menciptakan syair dan lagu dengan menyanjung keindahan danau Napabale ini. Bahkan salah satu lagu yang diciptakan dengan judul “ Kakesano Napabale” telah menjadi lagu favorit kaum muda-mudi yang sering saya dendangkan saat sedang bermain gitar.

Dengan pesona keindahan alam yang tiada tara itulah sehingga saya berpikir kalau sebetulnya tempat itu sangatlah pantas dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata yang wajib untuk dipromosikan. Selain jaraknya yang terbilang dekat dari pusat kota Raha yang hanya berjarak sekitar 15 km, airnya yang dingin dan berwarna biru muda menjadi daya tarik tersendiri yang bisa membuat setiap insan yang melihatnya pasti akan jatuh cinta.

 

_MG_5304 - Copy

Hijaunya dedaunan pohon yang berpadu dengan warna biru langit yang kemudian dipantulkan oleh jernihnya air danau semakin menambah pesona keindahan danau itu. Ditambah lagi dengan semilir angin yang berhembus pelan seakan membisikan pada setiap orang yang berkunjung  bahwa  ada kedamaian abadi ditempat itu.

_MG_5326 - Copy

Jika kita menelisik setiap sudut danau itu maka pada salah satu bagian dinding batu maka kita akan menemukan satu terowongan yang panjangnya 30 meter dan lebar 9 meter. Hal ini menambah keunikan dari panorama danau air asin ini.  Terowongan yang berfungsi sebagai jalur keluar masuknya air laut kedalam danau juga sering digunakan sebagai jalur transportasi untuk keluar menuju lautan lepas. Sungguh pemandangan yang sangat mempesona. Karena sangat jarang kita menjumpai model terowongan seperti ini ditempat lain yang ada di muka bumi ini.

terowongan-danau-napabale-sulawesi-tenggara (1)

Bagi masyarakat Muna danau napabale bukan hanya merupakan sebuah tempat rekreasi biasa namun juga merupakan bagian dari situs sejarah. Tempat ini menjadi saksi bisu berlangsungya proses kehidupan manusia dimasa lampau yang jejaknya tersimpan dengan jelas pada coretan-coretan dinding gua yang terletak tidak jauh dari lokasi danau.

Disana kita bisa menyaksikan bagaimana aktifitas masyarakat Muna di masa lampau digambarkan dengan jelas mulai dari berburu, berternak, bercocok tanam, berperang sampai dengan aktifitas ritual mendekatkan diri kepada pemilik alam semesta yang disimbolkan dengan gambar layang-layang.

gua-mabolu-2

Saat terakhir kali berkunjung kesana saya menjumpai beberapa orang yang sudah beberapa kali berekreasi ketempat itu. Sama halnya dengan saya, mereka tidak pernah merasa bosan untuk menghabiskan akhir pekan di danau Napabale. Seakan-akan, semakin sering melangkahkan kaki ke danau air asin itu maka semakin bertambah kecintaan terhadap tempat itu.

Dalam hati bergumam, memang wajar kalau tempat ini kalau dapat membunuh kebosanan bagi setiap orang yang mengunjunginya. Jejeran bebatuan cadas dengan ditumbuhi pepohonan hijau yang melingkar mengepung air laut dan membentuk danau serta hembusan angina yang bertiup sepoi-sepoi itu seolah-olah mengisyaratkan bahwa tempat itu memang sengaja di ciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa untuk menunjukan kepada manusia sedikit gambaran akan indahnya surge dunia.

Namun kemudian hati ini sedikit sendu memikirkan seperti apa nanti tempat ini dimasa yang akan datang. Akankah keindahan ini masih terus terjaga disaat banyak manusia khususnya generasi muda yang saat ini mulai abai dengan alam. Mereka lebih memilih untuk bertamasya diruang maya ketimbang menghabiskan waktu menikmati potongan-potongan surge yang tercecer di atas bumi.

Beberapa kejadian belakangan ini memang sempat melahirkan rasa khawatir dalam hati. Diantaranya saat sekumpulan anak muda yang dengan sengaja merusak keindahan taman bunga amarilis yang ada didaerah wisata kota Jogja hanya demi memuaskan nafsu “selfi” mereka yang terbilang kampungan. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya kalau keindahan alam danau Napabale ini nanti tercoreng oleh tangan-tangan jahil dengan merusak tumbuhan-tumbuhan hijau yang ada disekitar danau atau mencoret-coret dinding gua purbakala yang ada disana.

Rasanya untuk menjaga keberlangsungan itu semua perlu upaya yang serius dari pemerintah agar selalu menyegarkan aturan perundang-undangan yang mengatur hubungan antara manusia dengan alam.

Sehingga bagi mereka yang melakukan tindakan pengotoran dan pengrusakan alam yang ada di lokasi wisata bisa dijerat dengan hukuman yang setimpal dan menjerakan. Dengan begitu maka serpihan surga yang tercecer di bumi Indonesia ini khususnya baik itu di di Tanah muna atau ditempat lain ini bisa senantiasa terawat dengan baik dan bisa dinikmati sampai generasi yang akan datang.