Kaum Ibu Di Era Digital

Family Sitting On Sofa At Home With Laptop
Gambar Ilustrasi (Sumber : resources.uknowkids.com)

Momentum hari ibu yang jatuh tepat tanggal 22 desember beberapa hari yang lalu sejenak mengalihkan aktivitas para netizen untuk menuliskan ungkapan-ungkapan penuh cinta tentang ibu dihalaman sosial media yang mereka miliki. Tidak ketinggalan istri orang nomor satu dinegeri ini ibu iriana jokowi lewat akun twitternya @irianajokowi menulis “mari muliakan ibu,karena ibu adalah lambang surga yang bisa kita lihat dan terlihat didunia.selamat hari ibu”. Begitu juga halnya dengan mantan presiden kita susilo bambang yudhoyono yang terbilang begitu aktif di sosial media lewat akun twitternya @SBYudhoyono,ia menulis “jangan sia-siakan kesempatanmu untuk menyampaikan kasih sayang kepada ibu,muliakan dan lindungilah kaum perempuan. Selamat hari ibu”. Selain itu,para artis yang ada dinegeri ini juga turut melakukan hal yang sama menuliskan kata-kata sanjungan untuk ibu lewat akun sosial media yang mereka miliki.

Menggemanya ungkapan selamat hari ibu dari semua lapisan masyarakat sehingga tidak mengherankan  hal ini menjadi trending topic dunia di tiwitter. Kicauan yang berisi tentang doa dan pengharapan agar sang ibu selalu disayangi dan dikasihi oleh yang maha kuasa seolah menjadi kata berantai dari semua netizen yang ada dimuka bumi ini.

Mungkin sebagian dari kita akan merasa bangga dan bahagia kalau ucapan selamat hari ibu menjadi trending topic dunia. Kita merasa telah berhasil mengangkat derajat mereka karena telah mengantarkan nama ibu menjadi puncak pembicaraan di sosial media. Tapi apakah bagi kaum ibu semua keadaan ini sudah bisa membuat mereka bangga? Tentu saja jawabanya tidak sama sekali. Karena kebanggaan kaum ibu terwujud ketika mereka telah melihat anak-anaknya menjadi manusia yang sukses dan bermoral.

Realitas Kaum Ibu Saat Ini

Sejak kita terlahir dimuka bumi ini orang yang paling setia melindungi dan selalu ada untuk kita adalah ibu. Maka dari itu orang yang pertamakali paling bertanggung jawab atas pendidikan dasar bagi seorang anak adalah ibunya.

Namun,terkadang kaum ibu salah kaprah dalam mendidik anaknya. Masih banyak kita menjumpai kaum ibu saat ini mendidik anaknya hanya sebatas untuk memberikan pemahaman dasar kepada anaknya tanpa melihat kondisi dan keadaan yang akan dihadapi oleh anak-anakanya disaat ini dan dimasa depan nanti.

Masih banyak kaum ibu yang tidak memahami bahwa seiring berjalannya waktu tuntutan pendidikan dasar untuk seorang anak terus saja berubah,apalagi saat ini telah memasuki era digital dimana anak-anak mau tidak mau dalam proses tumbuh kembangnya akan diperhadapkan dengan beragam produk digital yang tentu saja jika tanpa pendampingan dan penanaman pendidikan yang kuat dari sang ibu tentang bagaiamana menggunakan teknologi digital dengan baik dan benar maka akan sulit untuk menghindarkan sang anak dari pengaruh buruk perangkat-perangkat digital tersebut.

Jika kita mengutip apa yang pernah dinasehatkan oleh imam Ali R.A bahwa didiklah anakmu sesuai zamannya karena sungguh yang mereka hadapi masa yang berbeda dengan masa yang kita hadapi, maka sudah sepatutnya kaum ibu untuk kembali memperhatikan apa yang akan mereka ajarkan kepada anak-anaknya.

Segera Belajar atau Gagal Mendidik Anak

Semakin maraknya penggunaan perangkat teknologi digital oelh anak-anak saat ini sehingga tidak jarang kita menjumpai ada yang kebablasan dalam menggunakannya. Kondisi ini tentu saja akan mengundang pertanyaan bagi kita semua,kenapa hal seperti itu bisa terjadi?. Tentu saja jawabanya adalah karena mereka belum memiliki pemahaman yang baik tentang teknologi digital yang mereka gunakan. Dan yang memperparah keadaan adalah karena sang ibu yang bertugas untuk mendampingi dan mendidik anak-anaknya juga tidak memiliki pemahaman sama sekali tentang bagaimana seharusnya teknologi digital itu digunakan .

Hari ini kita melihat begitu banyak kaum ibu yang begitu saja pasrah dengan keadaan ini. Ada dari mereka merasa  sudah tidak mampu dalam mendidik anak-anaknya mengikuti perkembangan zaman,sehingga menyerahkan begitu saja pendidikan dasar untuk anak-anaknya kepada pihak sekolah atau lembaga sejenis. Tapi hal ini tentu saja adalah tindakan yang keliru,karena sekolah tidak bisa memberikan pemahaman yang lebih kepada anak-anak. Terbatasnya waktu anak-anak berada disekolah adalah kendala utamanya. Disamping itu,sekolah hanya berfungsi untuk mengajarkan pengetahuan ,bukan untuk mendidik dan memahamkan sang anak. Tugas kaum ibulah untuk mendidik dan memahamkan anak-anaknya tentang segala sesuatunya.

Kaum ibu harus segera belajar dengan memperkaya pengetahuan dan pemahamannya tentang teknologi digital kemudian segera memberikan pemahaman yang baik terhadap anak-anaknya. Sudah tidak ada lagi alasan bagi kaum ibu untuk tidak segera memperbaharui pengetahuanya agar bisa mendidik dengan baik dan benar jika mereka menginginkan anak-anaknya bisa tumbuh dan besar dengan pemahaman yang baik pula atas apa yang mereka lihat dan rasakan saat ini,khususnya yang berkaitan dengan pemanfaat teknologi digital. Jika pendampingan dan pendidikan yang baik tidak segera dilakukan maka kecenderungan anak-anak untuk tumbuh menjadi budak teknologi tak akan terelakan lagi,begitu sebailknya jika kaum ibu mampu mendampingi dan mendidik anak-anaknya dengan pamahaman yang cukup terhadap teknologi digital masa kini maka bukan hal yang mustahil anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan bermoral dan yang pasti tidak berpotensi untuk menjadi budak teknologi.

(Tulisan ini dimuat juga di koran Fajar 30 Desember 2014)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s