SIstem Transportasi Cerdas Untuk Makassar

slide_3
Gambar Ilustrasi

Beberapa pekan yang lalu saya sempat membaca salah satu opini yang ditulis oleh Dr. Indrabayu yang merupakan kordinator peneliti Kecerdasan Buatan Dan Multimedia Universitas Hasanuddin tentang revolusi sistem transportasi di Indonesia yang dimuat pada 30 april 2015. Dalam tulisanya dijelaskan bahwa salah satu solusi tepat untuk mengatasi persoalan transportasi di Indonesia adalah dengan menerapakan sistem transportasi cerdas untuk mengoptimalkan fungsi rambu-rambu lalu lintas terutama pengaturan traffic light agar bisa berfungsi secara optimal.

Kemarin, (26 Mei 2015) dalam pemberitaan yang dimuat oleh Koran ini menyebutkan bahwa persoalan kemacetan yang terjadi dimakassar disebabkan karena tidak optimalnya fungsi traffic light. Hal ini dapat dilihat pada beberapa titik ruas jalan traffic light tidak bekerja dengan semestinya. Kendaraan masih lenggang tetapi traffic light sudah menunjukkan tanda merah dimana kendaraan harus berhenti, dan dilain sisi juga terjadi hal yang sebaliknya. Kendaraan sudah padat dan menumpuk akan tetapai traffic light tidak segera menunjukkan tanda hijau sebagai perintah agar kendaraan segera berlalu.

Dari persoalan ini, maka sangat tepat rasanya untuk kemudian menerapkan sistem cerdas untuk traffic light sehingga dalam prosesnya bisa bekerja optimal dan berjalan sesuai dengan kondisi yang semestinya diinginkan yaitu mengatur lalu lintas kendaraan dengan baik agar penumpukan kendaraan yang berujung pada kemacetan tidak lagi terjadi.

Sistem Cerdas Untuk Traffic Light

Tentunya kita akan bertanya, seperti apa sistem cerdas untuk traffic light itu. Apakah ketika nanti diimplementasikan bisa betul-betul memberikan hasil yang baik dalam hal ini bisa mengurasi kemacetan yang ada.

Sistem cerdas adalah sistem yang menerapkan kecerdasan buatan. Kecerdasan buatan disini menurut H. A. Simon [1987] merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu hal yang dalam pandangan manusia adalah cerdas. Jadi, “kecerdasan buatan” inilah yang diciptakan untuk kemudian diintegrasikan dengan sistem traffic light. Sistem ini dibuat agar dapat berpikir layaknya manusia. Sistem ini juga dibuat agar dapat “berperilaku” seperti manusia, juga mampu menyerap pengalaman dan mampu bertindak berdasarkan pengalaman tersebut, sehingga sistem ini seolah-olah mempunyai kehendak sendiri dan mampu berpikir seperti halnya manusia. Dengan tujuan untuk membuat traffic light dapat bekerja secara otomatis dalam mengontrol lalu lintas kendaraan.

Sudah begitu banyak contoh kota-kota dunia yang telah menerapkan sistem ini. Jika kita kembali merujuk dari apa yang pernah dituliskan oleh Dr.Indrabayu dalam opininya 30 april 2015 tentang pengalamanya sewaktu berada di Clayton town Australia bahwa sejak tahun 2001 kota ini telah mengimplementasikan sistem transportasi cerdas dan hasilnya bisa kita lihat sendiri betapa teraturnya sistem transportaasi yang ada disana khususnya cara kerja traffic light dalam mengontrol lalu lintas kendaraan.

Bukan Cuma itu, sistem transportasi cerdas di Australia telah dikembangkan lebih jauh lagi dan mencakup semua aspek sistem transportasi yang ada disana. Mulai dari kontol pelaku pelanggaran lalu lintas akibat memacu kendaraanya melebihi batas kecepatan yang ditentukan secara otomatis menggunakan sistem cerdas sampai pada bagaimana kemudian masyarakat disana melakukan pembayaran sewa kendaraan umum secara otomatis menggunakan kartu cerdas.

Sistem Cerdas Dan Budaya Tertib

Implementasi sistem cerdas untuk traffic light tentu saja bukan tentang bagaimana kemudian traffic light bisa bekerja dengan baik secara otomatis dalam mengatur lalu lintas dijalan raya. Akan tetapi, sistem cerdas ini bisa dikembangkan juga untuk mengontrol perilaku manusia pengguna kendaraan dijalan raya agar bisa berperilaku tertib dalam berkendara.

Kita bisa bayangkan jika kemudian sistem cerdas ini bisa dikembangkan seperti apa yang dilakukan oleh pemerintah Australia dalam mengontrol segala tindak tanduk pengguna kendaraan dijalan raya. Ketika ada yang melanggar maka secara otomatis sistem cerdas yang terintegrasi dengan traffic light bisa langsung mengidentifikasi kendaraan si pelaku pelanggaran lalu lintas baik itu dengan pengenalan plat kendaraan atau wajh si pemilik kendaraan. Dengan ini sehingga maka pelaku pelanggaran lalu lintas tidak bisa lagi mengelak terhadap apa yang sudah dilakukan karena bukti yang otentik dari pemilik kendaraan dengan jelas tersimpan dengan rapi pada database sistem yang sudah dibuat.

Kemudian lebih jauh lagi, jika sistem traffic light ini sudah terintegrasi dengan dinas lalu lintas maka secara otomatis bisa saja tagihan denda atas pelanggaran yang kita lakukan dijalan raya secara tidak sengaja akan kita dapatkan.

Sehingga dari sini kita bisa memahami bahwa sistem cerdas merupakan solusi ideal dalam mengatasi persoalan lalu lintas, khususnya persoalan macet di kota Makassar dan tentu saja jika sistem ini dikembangkan kearah yang lebih kompleks maka tertib berlalu lintas serta kesadaran masyarakat bisa bertumbuh.

Apalagi Makassar hari ini bercita-cita untuk menjadi kota dunia berbasis smart city, maka sudah sepantutnya tatanan kota khususnya property lalu lintas dijalan raya seperti traffic light bisa didesain bukan hanya untuk menyelesaikan masalah kemacetanya, tetapi juga bisa mengupgrade moral masyarakatnya sehingga bisa terbangun tatanan kehidupan masyarakat yang bermental baik dan tidak bobrok.

(Tulisan ini dimuat juga di koran Fajar 27 Mei 2015)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s