TIK dan Masa Depan Hutan Kita

poster kelas 5
Gambar Ilustrasi

Membaca tulisan ibu Ellyyana said yang dimuat Koran ini pada senin 21 maret 2016 kemarin rasanya begitu miris dan tentu sangat mengkhawatirkan. Disitu disebutkan bahwa berdasarkan data forest watch  Indonesia, selama kurun 2009-2013 laju kehilangan hutan alam di Indonesia mencapai 1,13 juta hectare pertahun. Yang menjadi penyebab utama hilangnya hutan ini adalah karena masih sangat tingginya angka deforestasi yang salah satunya berkaitan dengan konveresi hutan untuk hutan tanam industry (HTI). Dari hutan tanam industry inilah pasokan bahan baku untuk perusahaan-perusahaan pembuatan kertas diperoleh.

Yang menjadi pertanyaan kemudian adalah, bagaimana jika kebutuhan bahan baku untuk pembuatan kertas diperusahaan-perusahaan itu tidak bisa terpenuhi dari hutan tanam indsutry, maka tentunya ini akan menjadi masalah. Tentu masih hangat diingatan kita beberapa tahun yang lalu saat menteri kehutanan di duduki oleh MS Kaban, lahirlah Keputusan Departemen Kehutanan yang memberikan kelonggaran terhadap perusahaan untuk menggunakan kayu yang ditebang dari hutan-hutan alam agar bisa menutupi defisit pasokan dari hutan tanaman industry sebagai bahann baku pembuatan kertas.

Dari kondisi ini tentunya sudah bisa dibayangkan betapa besarnya resiko yang ditimbulkan dibalik pembuatan kertas. Begitu banyak pohon yang harus ditebang dan tentunya jika hal ini berlangsng lama serta tidak terkendali maka bisa merusak hutan kita.

Tentunya kita tidak menghendaki hal itu terjadi, meskipun memang hutan kita saat ini sudah mengalami kerusakan. Namun, sebelum kerusakanya bertambah parah ada baiknya kita segera melakukan upaya-upaya yang bisa menekan terjadinya kerusakan itu terus berlanjut salah satunya yaitu dengan meminimalkan penggunaan kertas dalam kehidupan kita sehari-hari.

Pemanfaatan TIK Sebagai Solusi

Tidak bisa dipungkiri bahwa kebutuhan kita akan kertas begitu sangat tinggi. Hampir disemua proses kehidupan yang kita jalani sehari-hari selalu saja diperhadapakan dengan penggunaan kertas. Di dunia kampus misalnya. Bagi seorang mahasiswa yang duduk dibangku perkuliahan, mulai sejak mendaftar pertama kali memasukkan berkas sampai akhirnya mengerjakan tugas akhrinya untuk mencapai gelar sarjana pasti tidak bisa menghindari penggunaan kertas.

Kalau dihitung-hitung mungkin saja seorang mahasiswa selama proses perkuliahanya akan menghabiskan lebih kurang 20 rim kertas. Jika satu orang saja sudah bisa menggunakan kertas dengan jumlah demikian maka ada berapa banyak kertas yang digunakan oleh seluruh mahasiswa yang ada diseluruh belahan dunia ini. Sementara untuk menghasilkan 1 rim kertas dibutuhkan 1 pohon usia 5 tahun, maka adab erapa banyak pohon yang harus ditebang untuk itu.

Belum lagi misalnya jika kita melihat bagaimana pemanfaatan kertas dilingkungan peerkantoran baik itu swasta ataupun negeri. Tentu untuk menghitung berapa banyak kertas dan pohon yang harus digunakan rasanya akan sangat sulit. Namun sebetulnya jika kita semua mau tentu saja bukan hal yang tidak mungkin penggunaan kertas bisa diminimalisir lewat pemanfaatan perangkat teknologi dan informasi.

Era digital yang ditandai dengan hadirnya berbagai macam aplikasi dan perangkat teknologi canggih tentu saja ini bisa menjadi alternatif utama yang bisa menggantikan pemanfaatan kertas untuk hal-hal tertentu. Misalnya, dilingkungan kampus. Pelaksanaan ujian yang sebelumnya menggunakan kertas bisa digantikan dengan menggunakan aplikasi e-learning dimana pelaksanaan ujianya mengerjakan soal-soal yang sudah terpampang dillayar komputer tanpa perlu menggunakan kertas lagi. Selain itu pengumpulan tugas-tugas kuliah dalam bentuk makalah tidak perlu lagi dilakukan, namun lebih diarahkan pada pengumpulan tugas dalam bentuk e-paper.

Selain itu, untuk instasi swasta dan negeri bisa memulai upaya peminimalisiran penggunaan kertas dengan membiasakan menggunakan aplikasi pengiriman data secara online dalam menangani berkas-berkas kantor antara unit kerja yang satu dengan yang lainya ketimbang harus menggunakan berkas fisik yang diprint menggunakan kertas berlembar-lembar banyaknya.

Masih banyak lagi hal lain yang bisa dilakukan dengan memanfaatkan kecanggihan perangkat teknologi saat ini dalam rangka meminimalisir penggunaan kertas, tinggal bagaimana kita mau melakukanya atau tidak. Disamping itu untuk mewujudkan ini tentu perlu campur tangan pemerintah sebagai penentu kebijakan. Dengan mengeluarkan aturan yang mengharuskan segala aktifitas penggunaan kertas baik itu dilingkungan swasta ataupun negeri untuk diminimalisir dengan memanfaatkan perangkat teknologi yang sudah ada saat ini.

Memang hal-hal ini terlihat sederhana, namun jika semua orang mau melakukanya maka tentu saja akan sangat besar terasa dampaknya. Agak sulit memang untuk mengubah kebiasaan lama dimana kita begitu gemar menggunakan kertas untuk hal-hal yang remeh temeh sekalipun. Perlu kesadaran yang kuat bagi kita untuk memulai langkah kecil dengan seminimal mungkin menggunakan kertas hanya untuk hal-hal yang memang tidak bisa digantikan dengan menggunakan perangkat teknologi misalnya.

Namun jika penggunaan kertas dalam aktivitas kita sehari-hari bisa dijembatani dengan menggunakan perangkat teknologi informasi dan komunikasi, maka alangkah baiknya pilihan inilah yang harus digunakan. Jangan sampai kegemaran kita dalam menggunakan kertas membuat kita lupa bahwa itu bersumber dari pohon terakhir yang telah ditebang demi memenuhi hasrat manusia yang tidak bisa mengambil pelajaran dari betapa banyaknya kejadian mengerikan yang terjadi akibat hilangnya hutan yang ada dimuka bumi ini. Semoga kita sadar.

(Tulisan ini dimuat juga di koran Fajar 23 Maret 2016)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s