Tumbal Kesemrawutan Lalu Lintas Di Kota Makassar

2970344_20130624011312
Gambar Ilustrasi

Selasa, 25 agustus 2015 kabar duka kembali terdengar. Seorang wartawan Koran ini, surialang bage dikabarkan meninggal dunia akibat kecelakaan yang dialaminya di jalan urip sumuharjo. Dari kesaksian beberapa orang yang melihat langsung kejadian tersebut menyebutkan bahwa kecelakaan itu disebabkan karena motor korban tertabrak oleh truk roda enam pengangkut pasir.

Orang awam yang baru mendengar berita ini pasti akan kaget dan sulit untuk percaya kenapa hal itu bisa terjadi. Apakah karena korban yang salah akibat mengendarai motornya ugal-ugalan ataukah karena memang ada hal lain yang menjadi penyebab utama kecelakaan ini.

Tentu saja akan banyak persepsi yang timbul terkait dengan kecelakaan yang dialami korban dijalan urip sumuharjo. Namun jika melihat realitas yang ada maka setiap orang yang pernah atau sering melintasi jalur jalan tersebut mungkin saja akan memberikan jawaban yang seragam, bahwasanya kecelakaan itu terjadi akibat kesemrawutan lalu lintas.

Sudah bukan menjadi rahasia umum lagi ketika kita melintasi jalan tersebut hampir semua jenis kendaraan mulai dari truk beroda enam sampai dengan mobil truk yang sulit dihitung berapa jumlah rodanya dengan leluasa hilir-mudik seolah jalan itu adalah milik mereka sendiri tanpa memperdulikan pengguna jalan yang lain. Dengan seenaknya mereka berkendara secara ugal-ugalan tanpa memikirkan apakah cara berkendara yang mereka lakukan itu bisa membahayakan pengendara lain atau tidak.

Sungguh ironi, kota yang diproyeksikan menjadi kota dunia yang nyaman namun kondisi lalu lintasnya masih jauh dari apa yang diharapkan. Jalan raya masih sangat angker dan setiap saat para pengendara selalu dihantui ketakutan jangan sampai menjadi tumbal selanjutnya akibat tabrakan truk yang lalu lalang di jalan raya dengan bebasnya.

Perlu Penangan Serius

Saat tulisan ini mulai saya buat, ternyata SKPD masih saja berdebat terkait konsideran draft perwali (fajar, 26 agustus 2015). Perwali yang mengatur tentang operasi mobil truk sejak tahun 2014 mulai diwacanakan untuk direvisi ternyata sampai saat ini masih didiamkan seolah-olah kondisi lalu lintas sedang baik-baik saja. Padahal korban telah banyak berjatuhan akibat pembiaran yang dilakukan oleh pihak berwenang dan tidak menindaki dengan tegas mobil  truk yang berkeliaran dijalan raya.

Segera merevisi perwali yang mengatur lalu lintas kendaraan mobil truk sudah seharusnya dilakukan oleh pemerintah tanpa menunggu-nunggu lagi. Disamping itu, Dinas perhubungan yang ditugaskan untuk mengeksekusi peraturan ini dilapangan harus melakukan tugasnya dengan sebaik-baiknya.

Sikap acuh tanpa perduli dengan keadaan lalu lintas yang ada sekarang akan semakin membahayakan nyawa pengguna jalan raya. Kecelakaan yang menimpa wartawan Koran ini yang terjadi saban hari sudah sepatutnya menjadi pelajaran berharga bagi dinas perhubungan untuk kembali giat turun kejalan dan menindaki mobil truk nakal yang tidak mengindahkan tata aturan berlalu lintas. Dinas perhubungan seharusnya mengupayakan segala cara untuk mensterilkan jalan raya dari kondisi-kondisi yang mengancam keselamatan pengguna jalan.

Jika memang Makassar betul-betul ingin menciptakan kenyamanan kelas dunia untuk warganya maka sudah seharusnya persoalan lalu lintas ini segera dibenahi tanpa menunda lagi waktu revisi aturan yang ada. Karena keselamatan pengguna jalan raya tentunya lebih penting dibandingkan dengan hal lain yang menjadi penghambat sehingga revisi aturan perwali terhambat.

Butuh Solusi Alternatif

Terlepas dari belum direvisinya perwali untuk regulasi waktu operasi truk dalam kota, lemahnya penegakan aturan yang dilakukan oleh pihak berwenang terkait pengawasan keluar masuknya kendaraan truk didalam kota Makassar tentunya menjadi sentral maslah dalam persoalan ini.

Tentu saja hal ini akan menimbulkan sebuah pertanyaan, apakah tidak ada cara lain yang bisa dilakukan untuk mengawasi secara berkesinambungan dengan meminimalisir terjadinya kecolongan sehingga mobil truk tidak bisa keluar masuk dengan seenaknya didalam kota.

Dari hasil diskusi penulis dengan beberapa peneliti di bidang sistem transportasi cerdas yang memusatkan penelitianya di Laboratorium AIMP universitas hasanuddin menjelaskan bahwa sesungguhnya pengawasan lalu lintas kendaraan yang selama ini dilakukan manusia bisa digantikan dengan perangkat teknologi seperti CCTV pengawas yang terintegrasi dengan metode kecerdasan buatan.

Perangkat teknologi ini tidak hanya merekam atau memonitoring lalu lintas kendaraan namun bisa menjalankan fungsi pengawasan layaknya manusia yang bisa mengidentifikasi secara detail setiap mobil yang keluar masuk dalam kota.

Dengan mengimplementasikan perangkat teknologi ini maka bisa dijamin bahwa pengawasan yang berjalan secara intens dan bisa sangat membantu petugas untuk mengontrol lalu litas kendaraan truk yang keluar masuk dalam kota.

Lebih dari itu, implementasi teknologi cerdas ini bukan saja menjadi solusi alternative untuk membantu mengawasi lalu lintas kendaraan truk agar tidak berkeliaran dalam kota yang bisa mengancam nyawa pengedara lainya namun hal ini merupakan pembuktian dari apa yang dicanangkan oleh pemerintah yang mencita-citakan Makassar menjadi kota cyber.

(Tulisan ini dimuat juga di Koran Fajar 31 Agustus 2015)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s