Guru, Sang Penyemai Generasi Bangsa

img20151029105222

Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Sebutan ini tentu saja bukan tanpa alasan,mengingat begitu mulianya bakti guru yang dengan sabar mendidik generasi penerus bangsa ini dengan mengajarkan kebajikan dan memberikan pemahaman tentang nilai-nilai pendidikan dengan harapan agar kelak mereka bisa menjadi kreator peradaban.

Bukanlah hal yang mudah bagi seorang guru untuk menjadikan  anak didiknya menjadi seperti yang diinginkan.  Ibaratnya seorang pandai besi,butuh kesabaran dalam menempa besi sehingga bisa menghasilkan sebuah senjata tajam .Namun seorang pandai besi tidak hanya dituntut untuk menempa besi-besinya sampai menjadi senjata tajam saja,seorang pandai besi harus mampu membuat senjata tajam sesuai dengan peruntukanya agar bisa berfungsi secara optimal. Begitulah seorang guru,dalam menempa anak didiknya harus mampu melihat dan mengetahui bagaimana kondisi anak didiknya. Seorang guru dituntut agar bisa mendidik sesuai dengan kondisi zaman. Sebagaimana pesan Khalifah Ali bin Abi Thalib.RA bahwa dalam mendidik anak harus sesuai dengan zamanya karena masa terus berubah dan keadan hari ini tidak sama dengan hari esok.

Memang dunia pendidikan penuh dengan kompleksitas dan kerumitan. Hal ini disebabkan karena dalam dunia pendidikan berkaitan dengan manusia,ilmu pengetahuan dan masa depan. Seorang guru dalam kapasitasnya sebagai tenaga pengajar dituntut harus memahami semua ini.

Tentunya  kita memahami bahwa segala sesuatu yang berhubungan dengan manusia pastilah rumit adanya,karena tiap manusia memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Tiap manusia memiliki masalahnya masing-masing. Seorang guru harus bisa memahami keadaan ini agar bisa memahami karakter anak didiknya.Begitu juga halnya dengan ilmu pengetahuan yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Perlu kerja keras dan perjuangan yang tidak kenal lelah bagi seorang guru agar tidak tertinggal dari perkembangan ilmu pengetahuan, karena ketertinggalan seorang guru dalam memahami ilmu pengetahuan maka bisa dipastikan mereka akan gagal dalam proses mendidik. Untuk persoalan masa depan tentu saja sangat diharapkan bagi seorang guru agar bisa meyakinkan anak didiknya bahwa tiap-tiap dari mereka memiliki masa depan yang cerah,meskipun pada dasarnya ini sulit untuk dilakukan karena persoalan masa depan hanyalah Allah yang bisa memastikanya.

Rumitnya persoalan pendidikan yang penuh dengan kompleksitas ini tentu saja dibutuhkan kerja keras dari seorang guru untuk bisa mengurainya agar hakikat dari pendidikan yang bertujuan untuk memanusiakan manusia bisa tercapai sehingga bisa terlahir generasi petarung yang berkompoten.

Tantangan di Masa Depan

Kita semua menyadari bahwa tantangan yang akan dihadapi oleh guru dimasa depan akan lebih sulit dan rumit dibandingkan dengan tantangan yang diharapi oleh guru hari ini dalam mendidik generasi bangsa.

Samuel hutington dalam tesisnya menyebutkan bahwa salah satu tantangan terbesar dimasa depan adalah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat. Seperti yang kita saksikan hari ini betapa kecanggigah teknologi informasi disatu sisi memberikan kemudahan dalam dunia pendidikan. Dengan adanya teknologi internet misalnya,keterbatasan transformasi pengetahuan yang sebelumnya hanya bisa dilakukan diruang-ruang kelas lewat proses pembelajaran secara langsung kini dengan adanya system e-learning maka pembelajaran bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja tanpa perlu ada tatap muka secara langsung. Dengan teknologi internet juga maka peningkatan kreatifitas dan pengetahuan anak didik juga bisa terjadi. Dengan adanya internet maka seseorang bisa mengakses konten-konten pendidikan yang tersedia secara gratis di berbagai website.

Namun disisi lain,pesatnya perkembangan teknologi informasi ini akan menjadi persoalan tersendiri bagi seorang guru jika tidak bisa memahami bagaimana konsep yang benar dan tepat dalam menggunakan teknologi informasi baik sebagai media pembelajaran seperti penggunaan e-learning ataupun sebagai media untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan anak didik.

Ketika guru tidak bisa memahami ini maka bisa dipastikan mereka juga akan gagal dalam mendampingi anak didiknya dalam pemanfaatan teknologi informasi sehingga sangat tidak mungkin kalau kelak anak didiknya akan kebablasan dalam memanfaatkan teknologi informasi. Beberapa kasus perbuatan asusila yang melibatkan beberapa anak didik dibeberapa sekolah dasar di Indonesia akhir-akhir ini tentu saja sudah cukup menjadi pelajaran bagi para guru.

Rumitnya persoalan ini memang menjadi hambatan tersendiri dalam menciptakan generasi yang baik dan berkarakter. Jika generasi ini gagal dibentuk,maka bisa dipastikan peradaban bangsa ini akan tenggelam dan berakhir.

Yang Harus Dilakukan

Tugas seorang guru adalah membangun kecerdasan anak-anak bangsa lewat pendidikan. Namun sebelum melakukan itu terlebih dahulu mereka harus memantaskan diri terlebih dahulu sebagai  seorang guru dulu setelah itu barulah mereka melakukan tugas pengajaranya..

Mohammd nuh,dalam bukunya menyemai kreator peradaban menyebutkan bahwa yang akan dibangun dari generasi bangsa ini adalah pendidikan yang menumbuhkan kesadaran sebagai hamba dan makhluk tuhan yang maha esa,pendidikan karakter yang terkait dengan keilmuan serta pendidikan karakter yang menumbuhkan rasa cinta dan bangga sebagai orang Indonesia.

Ketika karakter generasi bangsa ini bisa dibagung maka sangat mungkin dimasa depan bangsa ini akan menjadi bangsa yang besar dan kuat. Disamping itu kesempatan untuk melihat bangsa ini mengulang masa kejayaanya bisa tercapai. Semoga !

(Tulisan ini pernah saya muat di Gorontalo Pos, 4 Desember 2014)

Iklan