3 Upaya Untuk Mengoptimalkan Bonus Demografi Bangsa Kita

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bonus demografi dapat menyokong pertumbuhan ekonomi suatu bangsa ketika bisa dioptimalkan dengan baik. Hal ini seperti yang dilakukan oleh beberapa negara di Asia seperti Singapura, Thailand ataupun Korea Selatan. Lantas, bagaimana dengan bangsa kita?

Berdasarkan statistik indonesia , populasi penduduk kita lebih didominasi oleh kelompok umur produktif yakni antara 15-64 tahun. Jumlah perempuan usia sangat produktif mencapai 69,4 juta, lebih sedkit dibanding laki-laki yang mencapai 70,4 juta jiwa. Sedangkan untuk usia produktif (50-64), perempuan lebih banyak dengan 16,91 juta, sedangkan laki-laki hanya 16,9 juta jiwa.

nnnmmm

Gambar 1. Penduduk Indonesia Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin (2016)

Berdasarkan data ini maka kita bisa melihat dengan jelas, bahwa saat ini kita tengah memasuki era bonus demografi. Suatu era di mana jumlah usia generasi yang produktif lebih banyak dibandingkan dengan usia generasi yang tidak produktif. Namun, bonus demografi ini bisa saja menjadi bencana bagi bangsa kita jika tidak dikelola dengan baik. Untuk itu ada beberapa upaya yang bisa dilakukan agar bonus demografi dapat mendorong kemajuan bangsa ini.

 1. Memperbaiki Kualitas Pendidikan

Kita semua memahami bahwa bonus demografi itu berdampak pada menumpuknya jumlah tenaga kerja produktif. Bila kondisi ini tidak dibarengi dengan peningkatan SDM berkualitas, maka akan berdampak pada meningkatnya jumlah pengangguran.

Untuk itu, agar bisa meningkatkan kualitas generasi usia produktif ini, maka salah satu usaha yang tepat adalah dengan menyediakan kesempatan pendidikan seluas-luasnya mulai dari TK sampai ke jenjang yang lebih tinggi. Kemudian  didukung dengan kemudahan akses pendidikan, prasarana yang lengkap, serta tenaga pendidik yang berkualitas. Dengan demikian maka ini akan menjadi modal penting untuk menciptakan angkatan kerja yang berkualitas dan terampil.

Dengan memperbaiki kualitas pendidikan ini maka diharapkan tidak ada lagi generasi usia produktif yang tidak bisa berpartisipasi dalam semua proses pendidikan seperti kasus yang terjadi pada tahun ajaran 2015/2016 yang lalu. Di mana, menurut data statistik yang dirilis oleh katadata menyebutkan bahwa APK jenjang pendidikan SMU/SMK hanya mencapai 76,45 persen. Ini mengindikasikan bahwa anak lulusan Sekolah Mengah Pertama (SMP) yang berusia 16-18 tahun banyak yang tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya.

sdfsfdsfsdf

Gambar 2. Angka Partisipasi Kasar Sekolah Berdasarkan Jenjang Pendidikan TA       2015/2016

Jika kondisi partisipasi sekolah di usia 16-18 tahun ini terus dibiarkan tanpa ada upaya untuk memperbaikinya, maka akan sulit bagi bangsa kita untuk bisa mengambil manfaat yang besar dari bonus demografi yang hanya terjadi sekali dalam kurun waktu yang tidak bisa dipastikan kapan lagi bisa terulang.

2. Memperbaikan Kualitas Kesehatan

Menyediakan layanan kesehatan yang baik dan bermutu menjadi kunci utama menjadikan angkatan kerja berkualitas.  Namun, jika kita perhatikan sepertinya upaya perbaikan kualitas kesehatan di negeri kita masih jauh dari harapan. Untuk kasus penyakit TBC misalnya. Dari data statistik yang dirilis oleh katadata dapat dilihat masih tingginya kasus penyakit ini. Untuk upaya pengobatannya, dari 34 provinsi yang ada di tanah air, hanya delapan provinsi yang mencapai target di atas 70%.

iiiiii

Gambar 3. Proporsi Kasus TBC Menurut Kelompok Umur pada 2015

Dari data ini dapat dilihat kalau usia 25-34 tahun masih begitu tinggi kasusnya. Disusul dengan rentang usia 45-54 kemudian usia 35-44 dan usia 15-24. Jika hal ini terus dibiarkan maka tidak mungkin kita bisa menciptakan angkatan kerja yang berkualitas dari segi kesehatan.

3. Ketersediaan Lapangan Kerja

Tidak bisa dipungkiri bahwa pada tahun 2015 negeri kita menempati urutan ke-3 ASEAN dalam hal pengangguran.

qeqeqeqeqGambar. 4 Tingkat Pengangguran di Negara Anggota ASEAN

Dari data ini  dapat kita saksikan bahwa tingkat pengangguran di Indonesia mencapai 6,2 persen, di bawah Filipina dan Brunei Darussalam yang masing-masing 6,5 dan 6,9 persen. Sementara negara dengan penyerapan angkatan kerja terbesar adalah Kamboja dan Thailand sehingga tingkat pengangguran kedua negara tersebut rendah.

Untuk itu, maka perlu upaya yang serius agar bisa menekan angka pengangguran. Harus ada langkah-langkah yang strategis dalam mengatasi masalah ini. misalnya penambahan lapangan kerja baik itu sektor formal ataupun informal, menciptakan angkatan kerja yang berkualitas melalui pendidikan dan pelatihan-pelatihan, serta menyediakan lapangan kerja yang sesuai dengan keahlian angkatan kerja. Dengan demikian maka bisa membuat generasi muda kita mengembangkan potensinya. Hal inilah yang kemudian  akan menjadi sumbangan tenaga yang produktif bagi pengembangan ekonomi negara.

***

Pada akhirnya, waktulah yang akan menjawab seperti apa kemanfaatan dari bonus demografi yang telah dikaruniakan oleh Allah Swt terhadap bangsa ini. Masih terlalu banyaknya persoalan yang menghadang generasi produktif kita tentu menjadi pekerjaan rumah tersendiri, khususnya bagi pemerintah saat ini. Namun, jika kita hanya membebankan tanggung jawab ini di pundak pemerintah mungkin saja kita akan gagal merengkuh nikmat dari bonus demografi ini. Untuk itu, tidak ada jalan lain yang bisa dilakukan agar bonus demografi ini betul-betul bisa memberikan dampak yang positif bagi bangsa kita, selain bekerja bersama-sama, saling berkolaborasi dalam melakukan segala upaya demi mendapatkan berkah dari bonus demografi ini. Dengan demikian, maka di masa yang akan datang tentu saja harapan untuk melihat negeri ini bisa berlabuh di dermaga kejayaan seperti yang kita cita-citakan bersama dapat terwujud. Amin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s