Media Sosial Dan Upaya Mewujudkan Kemajuan Bangsa

“ 72 tahun indonesia merdeka. Seharusnya kita bisa menjadi bangsa yang maju, yang bisa berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia….”

 Penggalan kalimat yang pernah disampaikan oleh presiden Jokowi ini terdengar sederhana. Namun, jika kita merenungkanya dalam-dalam, disitu tersirat makna yang sangat dalam. Bahwa, ada tujuan besar yang ingin dicapai oleh bangsa ini. Bukan sekedar angan-angan kosong, akan tetapi sebuah cita-cita mulia untuk mewujudkan kemajuan Indonesia raya.

Namun, untuk mewujudkan kemajuan itu tentu saja tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Terlalu banyak aspek yang harus dibenahi, dan ini butuh tenaga besar dan usaha yang sungguh-sungguh. Apalagi saat ini kita tengah memasuki era digital. Suatu era yang menyebabkan berubahnya segala hal, khususnya dalam berkomunikasi.

Di era digital, kita tidak lagi membangun komunikasi secara langsung dengan bertatap muka, namun melalui perangkat elektronik seperti hanphone atau komputer yang terhubung dengan internet dan sebuah platform yang disebut media sosial.

Memang, dengan media baru ini, kita tidak lagi mengenal batasan ruang dan waktu. Semuanya serba menyenangkan. Akan tetapi, di balik kesenangan itu ada ancaman yang ikut serta di dalamnya. Jika kita tidak bisa mengontrol apa-apa yang kita tuangkan di dalamnya, maka disitulah awal mulanya muncul konflik yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Seperti yang disampaikan oleh Dr. Heri Santoso, Kepala Pusat Sudi Pancasila UGM pada acara Flash Blogging yang diselenggarakan di Makassar pada tanggal 16 Juni 2017, bahwa yang mesti kita waspadai saat ini adalah adanya proxy war. Melalui media sosial, muncul penyebaran paham-paham radikal yang begitu cepat yang bisa merongrong persatuan dan kesatuan bangsa.

IMG_20170616_144535

Dr. Heri Santoso, KAPUS Studi Pancasila UGM.Pemateri pertama dalam acara Flash Blogging MakassarPada tanggal 16 Juni 2017.

Apa yang disampaikan oleh dosen filsafat UGM ini tentu bukanlah isapan jempol semata. Melihat realitas hari ini, begitu kita sudah mulai terkotak-kotak hanya karena perbedaan pandangan dan pemikiran akan satu persoalan. Sesama anak bangsa sudah begitu mudahnya saling membenci.

Perlunya Penguatan Nilai-Nilai Pancasila

 Untuk menangkan berbagai pemahaman radikal, menurut dosen filsafat ini, penguatan nilai-nilai pancasila perlu dilakukan agar bisa mengatrol semua aktifitas menyimpang yang dilakukan oleh setiap elemen bangsa. Untuk itu, maka perlu ada satu penguatan yang bukan saja hanya berlandaskan pada UU, namun perlu penguatan dari sisi agama.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Prof. A.M. Galib.,MA yang merupakan SEKUM MUI SUlSEL dalam acara flash blogging, bahwa dikeluarkanya fatwa MUI ditujukan untuk memberikan penguatan itu. Sehingga, setiap elemen bangsa bisa berpikir positif ketika ingin melakukan hal-hal yang negatif melalui media sosial.

IMG20170616150027

Prof. Dr. A.M Galib, MA. SEKUM MUI SULSEL

***

Memang tidaklah mudah untuk membumikan pancasila dalam kehidupan sehari-hari, apalaagi dalam bersosial media. Namun, jika itu diusahakan dan kita ingin melihat bangsa ini bisa mencapai tujuan yang dicita-citakanya, maka hal itu harus dilakukan.

Dalam penyampaian pak Handoko selaku TIM Komunikasi Presiden, bahwa penguatan nilai-nilai pancasila ini penting. Karena hanya dengan itu maka apa yang pernah dicita-citakan oleh presiden Jokowi bisa tercapai.

IMG20170616151333

Pak Handoko. TIM Komunikasi Kepresidenan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s